Gonna be OK (EXTRAS & BTS!)

Gonna be OK adalah hasil ketikan mendadak saat aku seharusnya sudah tidur dan gagal belajar.

Jika kamu pengikut setia dari blogku, kamu bakal tahu kalau itu adalah hal yang sering kulakukan, dan kali ini ceritaku memfokuskan diri pada 2 anak cowok (seperti biasa, bukan cewek. Entah kenapa, lol).

Arthur dan Fredrick adalah 2 anak cowok yang lagi kuliah dan tinggal serumah. Bisa jelas dilihat di cerita ini bahwa Arthur lagi BT berat karena ditolak oleh universitas lain yang ia ingin masuki sementara Fredrick sendiri juga memiliki masalah – masalah sendiri tapi tidak menunjukkannya. Aku tidak mendeskripsikan secara jelas mereka jurusan apa meski aku cukup yakin mereka dari 2 jurusan yang berbeda. Mungkin 1 universitas yang sama, tapi?? Idenya hanyalah memastikan keduanya sebagai 2 individual yang kontras tapi mereka beradaptasi dengan sesama, menolerir satu sama lain dan ternyata mereka sebenarnya tidak begitu jauh berbeda, kan?

Memang kesannya random dan canggung, tapi sejujurnya, bukankah hidup seperti itu? Ketika ada orang mengatakan masalahnya kepadaku, aku biasanya hanya diam untuk waktu yang sangat lama, berusaha memikirkan cara – cara untuk mengatakan hal yang benar. Karena kadang tidak ada yang bisa dikatakan untuk apapun. Masalah itu adalah masalah dan apapun yang kamu katakan tidak akan membantu. Sudut pandangnya Fredrick yang berkata bahwa sikapnya terhadap masalahnya tidak bakal mengubah keadaan adalah salah satu dari banyak sikap yang aku ingin miliki dengan dosis yang tepat.

Di akhir cerita, aku menggambarkan dengan indah dan secara metafor (oassss, jk) kalau segalanya akan baik – baik saja dengan menunjukkan bintang yang jarang muncul di langit dari rumah mereka. Kurasa yang lebih penting bukanlah bintang itu, tapi fakta bahwa Arthur mengambil resiko untuk ditonjok di lengan lagi untuk lengah dan mendongak.

Biasanya ketika kamu sudah dibodohi sekali dan pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan, kamu tidak bakal berani kembali ke area itu bahkan jika kamu ingin. Mungkin kamu takut kamu akan dipermalukan, mungkin kamu tidak berani untuk mengambil kesempatan, mungkin kamu bahkan melupakan semua insiden itu dan mencari sesuatu yang lebih aman. Tapi jujurlah, bukankah kamu sebenarnya penasaran? Jadi jika kamu mengambil resiko itu, bukankah setidaknya masih ada kemungkinan, sekecil apapun, untuk melihat dan merasakan apa yang menarik bagimu. Dan dengan itu, kamu menyediakan kemungkinan juga untuk mencapai kebahagiaan maksimalmu.

Aku tidak mengatakan bahwa dengan mencari jalan aman, kamu tidak bakal bahagia. Itu bukan kasusnya.
Kasusnya adalah kamu bakal memiliki 1 bagian dari dirimu yang bakal selalu menyesal kamu tidak mengambil jalan beresiko.
Toh jika kamu gagal, terus apa? Kamu bakal mencari jalan lain juga, tapi kamu bakal bisa mengatakan kamu telah berusaha.

(kok jadi kayak sesi Mario Teguh gini ya)

Intinya, Gonna be OK adalah cerita pendek dadakan yang moralnya adalah apapun yang kamu lakukan, it’s gonna be OK in the end. Hence the title.

Baca Gonna be OK di blog originalku atau klik di sini!

Peace Out!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s