Tidak ada yang Salah

Aku mencoba mengerti apa yang membuatku seperti ini.

Bagaimana aku bahkan bisa sampai di sini.

Bagaimana ini pertama mulai.

Bagaimana aku terjebak di situasi seperti ini.

Terdengar bunyi pelan dari ruang di sebelahku, di balik dinding yang punggungku sedang bersandar. Aku melonjak kaget, tapi menggigit lidahku untuk tidak teriak.

Aku menajamkan telingaku dan menahan napasku, tidak membuat suara sekecil apapun.

Tapi aku mendengarnya di balikku.

Kriit….kriit….

Suara garukan, cakaran pelan dari balik dinding yang sama. Aku mencengkram lenganku yang melingkari diri mereka sendiri di lututku.

Kriit.. kriit..

 

Hentikan. Hentikan. Hentikan. Hentikan.

 

Kriit.. kriit.. kriit..

Mereka bertambah cepat, bertambah keras, aku mencoba mengatur napasku dan tetap diam, tetap diam..

Kriit..kriit—–

Aku mencoba mendengar tapi cakaran itu memang berhenti sama sekali. Dengan gemetaran (diamlah), aku menoleh ke belakang. Hanya sebuah tembok berwarna putih dengan catnya yang mulai mengelupas di beberapa bagian. Tidak ada apa – apa lagi. aku menempelkan telingaku pelan – pelan di tembok itu. hening.

Aku menghembuskan napas lega.

KRETEK-TEK!!

Aku memekik kaget sebelum bisa menahan diriku. Aku menoleh ke suara itu, ke pintu kamar yang kukunci.

KRETEK-TEK-TEK, DOK—DOK!!

Gedoran di pintu dan usaha membuka kenopnya semakin keras. kenop itu berputar – putar berusaha membuka tapi

aku telah menguncinya, aku aman, aku aman, aku aman—

Pintu itu berhenti digedor dan kenopnya berhenti berputar – putar. Aku mengerutkan keningku.

 

Lalu kuncinya berputar.

Pelan.

 

Aku merasakan hatiku mencelos dan seluruh darahku membeku tiba – tiba sementara aku membatu di posisiku.

Dan kenop pintunya diputar, lebih pelan lagi.

Terdengar derikan pelan ketika pintu itu hanya terbuka sebagian untukku bisa melihat lorong yang kosong dan gelap. Terdapat cahaya lampu dari kiri lorong yang kutahu adalah cahaya lampu yang berada di dekat tangga.

Napasku memburu, aku tidak bisa bergerak.

 

Tapi tidak ada siapa – siapa.

 

Atau itulah yang kukira.

copied from my blog.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

%d bloggers like this: