The Deadly Virus Extras & BTS!

HEIIII SEMUAAA!!

Dan setelah sekitar seminggu lebih posting 1 bab per hari, aku akhirnya telah mengepost SEMUA bab dari novel keduaku : The Deadly Virus.

Saya sarankan sebelum membaca post ini, baca dulu novelnya di bloggerku. Klik disini.  Kembali kalau sudah selesai yaa!!


 

“Lho, kok pendek?!” Iya, aku tahu kalau kali ini novelku pendek banget. Bisa gak ya masuk kategori novel?? Ini aja aku banyak banget enter – enter ga jelas supaya nutut banyak halaman hehehe.

“KARAKTER UTAMAMU KAMU BUNUH?!” Iya. T-T

Jangan anggap aku cuma ikut arus jaman dimana semua karakter utama buku atau film mati. Lihat aja sekarang, (awas spoiler) : si Augustus Waters dari TFIOS mati. Si Tris mati (denger – denger dari bukunya, lol, spoiler berat). Di Hunger Games sama Harry Potter aku bahkan nggak tahu ada berapa banyak orang yang mati saking banyaknya.

Believe it or not, idenya TDV sudah aku dapat dari aku SD. Aku mendapat mimpi dimana ada orang yang naik helikopter lalu helikopternya jatuh ke kota hancur. Sampai sekarang aku nggak pernah lupa mimpi itu.

Awalnya sih, aku maunya bikin si cowok sama cewek itu sama – sama dari helikopter itu. Jadi nggak ada yang namanya orang – orang lokal yang nggak Zombie/Cadaver. Ideku yang super awal juga masih galau. Aku dulu bingung antara si cowok periang yang harus jalan sama si cewek pendiam… atau si cewek periang yang berusaha membuat si cowok dingin lebih hangat.

Bahkan, aku berusaha nulis cerita ini waktu bab – bab awalnya AYWMEN. Aku delete draft ceritanya waktu aku frustasi beserta dengan draft – draft cerita lain, menyisakan cuma 1 yaitu AYWMEN itu. Anyway, setelah AYWMEN selesai, aku galau lagi karena punya banyak ide tapi nggak tahu mau nulis yang mana. Jujur aja, aku bahkan nggak niat nyelesain TDV sebelum novelku yang satunya selesai. Aku niatnya cuma nulis bagian waktu mereka ketemu Tony supaya idenya itu gak kelupaan. (Iya, Tony itu ide dadakan, lol) Terus entah bagaimana, aku malah ketagihan. Terutama waktu Drystan diserang terus kepalanya berdarah dan dia demam pula (Bab 8 dan 9 coy.) Itu aku nulisnya kayak :

Tapi waktu baca ulang kayak :

Aku juga patah hati banget waktu nulis adegan dimana Drystan menjatuhkan gelasnya karena sakit. Itu kayak “OH DEAR GOD. WHY DIS HAPPEN.”

Aku sempat nggak tega menulis adegan – adegan itu karena aku tahu aku harus membunuh Drystan terakhirnya. Nggak tahu gimana, nggak tahu kenapa, pokoknya di benakku, terakhirnya Drystan itu bakalan mati. Jadi aku sempat lama banget nggak nulis TDV karena nggak tega *lol*. Akhirnya aku tulis.. dan ketika aku mulai mengetik bab 16 aku juga merasa aku mati sedikit di dalam.

*OASS*


 

EXTRAS/ DID YOU KNOW THAT?!
1.Drystan namanya nggak sembarangan, lol. Serius. Aku nyari nama itu selama berhari – hari dulu. Awalnya namanya dia itu Farrell ( di bab 2 aku tulis bagaimana dia sebenarnya pingin namanya itu. Lalu di epilog, kita akhirnya bertemu dengan karakter beneran yang namanya Farrell juga, hehe) Waktu aku kelas 8, aku sempat cerita tentang namanya itu dan temanku bilang namanya jelek. *JLEB* Jadi aku mencari nama lain, nama yang jika sebenarnya dicari tahu asal usulnya bisa menceritakan tentang apa yang akan terjadi dengan dirinya.

Dan Drystanlah jawabannya! Ternyata Drystan adalah versi dari bahasa Welsh untuk ‘Tristan’. Dan sebenarnya, di mitologi Yunani kuno, ada seorang ksatria yang namanya Tristan yang bertugas menjemput dan mengantar seorang wanita bernama Iseult untuk menikahi sang raja. Ternyata, tengah jalan, mereka jatuh cinta (atau minum ramuan cinta, versinya banyak). Lalu mereka kawin lari, lol. DAN! Drystan juga bisa berarti ‘keras/ramai’ dan ‘sedih/penuh kesedihan’.

Terus apa hubungannya dengan Drystan di TDV? Nah, kita harus fokus pada fakta Drystan itu serius si protagonis. Aksinya dia tidak hanya menyelamatkan Erina tapi sebenarnya juga seisi kotanya dia.
Ksatria? Cek.
Mengantar seorang wanita? Cek.
Jatuh cinta dengan wanita itu? Cek.
Ramai? Well, di bab – bab pertama. Cek.
Sedih? Dude. Aku masih patah hati sampai sekarang kalau ingat dia.

2. Ide awalku untuk Drystan juga adalah dari sebuah gambar waktu aku masih SD, hahaha. *warning jelek banget*

20140709_153745
Gambar pertamaku untuk karakter yang nantinya akan menjadi Drystan
20140709_153849
Ini mirip sekali dengan bab pertama, cuma dalam bahasa Inggris lol

Dan Drystan ini benernya aku udah nulis background story, bahkan menentukan nama aslinya (YANG KALIAN SEBAGAI PEMBACA TIDAK AKAN PERNAH TAHU, MUAHAHAHAHA)

20140709_154317_5
Masa kecil hingga 16 tahunnya si Drystan.

Oh dan Drystan itu sebenarnya 18 tahun, haha! Dia cuma mengira dia masih 17 tahun karena lupa kapan ulang tahunnya.

20140226_221150
Seriously dia cuma ganti baju 3 kali

Aku bahkan sempat menggambar Drystan dengan Tony dan Erina!

20140709_154201

3. Virusnya itu serius aku pikirin lho. Dan seriously, SUSAH BANGET. Aku berusaha sebisa mungkin membuat virus ini terdengar masuk akal dan obatnya juga. Sebelum nulis bab 15 aku bahkan nyaris semalaman menulis laporan tentang virus itu supaya tahu betul cara kerjanya.

2014-06-18-21-30-46_deco

Bisa dikatakan aku tak punya hidup karena aku memberikannya kepada cerita – ceritaku. #cih

4. Kejadian di TDV hanya dalam kurun waktu 3 minggu. Erina jatuh pada tanggal 5 November dan berhasil keluar pada tanggal 24. *FIUH!* Ini beda jauh sama AYWMEN yang kurun waktunya 1 tahun beneran. Jadi jika AYWMEN yang 1 tahun butuh 200 halaman, aku rasa lumayan lah jika TDV yang cuma 3 minggu akhirnya bisa 156 halaman. #alasan

20140709_1544585. Aku mbikin instagram dan membuat poster – poster untuk TDV. lol.

TDV (crowbar) copyTDV (baik baik saja)I'm sorryTDV (shadows)

Dan yep, si cowok itu kurasa lumayan mirip sama Drystan. Dalam posisi itu dia bahkan kelihatan seperti membawa linggis, lol. Dan bayangan yang di pojok kanan atas itu kurasa Erina.

6. Meski awalnya niatku menulis dengan bahasa sehari – hari, mirip kayak AYWMEN yang ada kata ‘nggak’, dll, ujung – ujungnya aku edit supaya bahasanya Indonesia yang baik dan benar. BANGET. Karena aku lebih ngerasa kalau TDV itu lebih cocok jika bahasanya serius dengan temanya yang lebih serius dan dewasa dari AYWMEN.

7. Salah satu dari alasan aku milih The Deadly Virus sebagai judulnya (awalnya ‘The Zombie I Once Loved tapi juelek banget, iya nggak seh.) adalah karena aku juga merasa judul itu lebih abstrak. Yang mematikan disini itu apa sebenarnya? Bagiku, jawaban dari pertanyaan itu ada waktu Drystan mengaku ke dirinya sendiri dan menyadari fakta bahwa ia jatuh cinta dengan seseorang yang tidak bakal bisa bersama dirinya.

OH DON'T YOU EFFING WISH!Dan hal itu menular, bukan? Jadi bukankah cinta itu sebenarnya juga virus?


 

SPECIAL THANKS kepada keluargaku yang masih tabah menghadapi aku yang sering tiba – tiba mental breakdown kalau ingat Drystan sudah mati. Kepada Veronica Maureen yang membantuku menemukan typo – typo dan telah memberi tanggapan – tanggapan jujur kepada ide – ide dan hasil akhir pada novelku. You da best, bro (sis). Dan terutama kepada semua pembaca – pembaca novel ini. Aku tahu ini bukan yang terbaik, so thanks for reading this, guys.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Si Baka Punya Cerita

Temukan Info Baka di Sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

%d bloggers like this: