AYWMEN Bab 11 : Muak Sudah!

Kejadian kemarin malam terus terngiang di benakku. Seperti flashback. Aku bertemu dengan Hugo, Ia memberitahuku kalau ia suka Daisy dan ternyata Daisy tidak mengantisipasi seluruh kejadian jamur ini, terus aku nyaris dibunuh oleh Alice dengan racun, tapi aku berhasil hidup dan nyaris dibunuh lagi oleh senyumannya… kemudian aku mengerjakan PR.

………..

 Entah apa yang terjadi kemarin. Aku bingung, bagaimana 1 hari dapat memberi aku beban pikiran 1 bulan? Yang pasti, sejak aku sampai di kota ini, kejadian – kejadian seperti ini selalu terjadi. Kepalaku terasa berat, kemarin aku tidak dapat tidur. Kata Mom aku menderita insomnia, tapi aku tidak percaya. Masa sih aku menderita insomnia? Tidak aku tidak menderita insomnia… apakah aku menderita insomnia?? Tidak… Mungkinkah??? “ Ryker!” sapa Hugo. “ Hei! Berhasil sampai sekolah!” “ Yeah, sama sekali tidak sakit sekarang.” “Itu bagus..”   “ Kamu kelihatan kayak orang sekarat yang lupa gantung diri kemarin.” “ HAH?” “ Matamu. Ada banyak lingkaran hitam dibawah matamu.” “ Oh. Itu.. kemarin aku tidak bisa tidur.” “Kenapa kamu selalu tidak bisa tidur?” “ Kata Mom aku menderita Insomnia.” “ Oya??” Aku mengangkat pundakku. “ Hey!!” teriak Ethan, ia sedang bersama Aaron. “ Hei.”  “ Hugo!” “ Hey guys! Lagi ngapain?” tanya Hugo. “ Tadi waktu aku ke toilet, aku melihat ada binatang BUESAAR, POL! Bagaimana aku bisa melakukan privasiku saat binatang itu ada?” jelas Aaron sambil menunjuk ke arah toilet.

“ Kamu ke toilet mana?”  “ Lantai 3.” “ Lantai 3? Itu kan kelas SMP 2?” “ Tapi toilet Lantai 2 sedang antri… dan Lantai 1 tidak ada airnya.” Protes Aaron.  Kita bertiga mengeluh. Aaron seperti bayi… ia selalu minta ditemani kalau ke toilet jika ada binatang besar atau apa. Berani bertaruh, itu cuma kecoak. Atau tikus. “ Ayo… cepetan.” Kata Ethan. Ethan benar, semakin cepat kita mengantarnya ke toilet, semakin cepat kita berhenti menemaninya ke mana – mana. Sambil naik ke lantai 3, aku merasa canggung. Melewati berbagai anak kelas 2 yang tinggi – tinggi, dan cewek – cewek yang kelihatan kayak cewek dari MTv, dll. Hiii…“ Ayo, cepetan..” bisikku pada Ethan seraya mendorongnya. “ Tapi cewek itu punya flaskdisk baru versi 300! Aku harus tanya dia beli dimana..” “ Sudahlah!” kataku sambil mendorongnya. Kita sampai di toilet. Lambang cowok terpapar di depan pintu itu. “Di sini kan tempatnya?” “ Yap.” Ethan dan Aaron adalah cowok pertama yang membuka pintu. Aku menyusul mereka dan Hugo terakhir. Saat melihat isi toilet itu aku syok. Lebih tepatnya seluruh Nerd Club membeku, dan mulut kita ternganga. Seisi toilet itu berhenti dan melihat kita bereempat. Dan secepat kilat, suasananya berubah jadi kacau.

Kita berada di toilet.. cewek. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana kita berakhir di toilet cewek, tapi demikianlah kejadiannya. Parahnya, cewek – cewek ini lagi pada ganti baju untuk OR semua. Uuuh.. double pain… mereka semua menjerit, memukul – mukul kita untuk pergi keluar, kita panik, parahnya lagi, ada 1 cewek yang berhasil keluar dari toilet itu. “ Miss Dorothy!!” teriaknya. APA?! Guru! Bayangkan apa yang akan terjadi pada kita?! “ H-Hugo!” teriakku. Hugo sedang sibuk dipukuli oleh cewek – cewek besar. “ A- Apa??” “ Kita tidak dapat keluar lewat pintu! Ada guru dan- OW!” aku dicakar oleh cewek yang baru setengah selesai memakai baju “ Sialan kau! Dasar buaya darat!” teriak cewek itu kepadaku. Aku hendak mencoba untuk mengatakan pada cewek itu kalau aku ini bukan buaya, apalagi di darat, tapi kurasa itu tidak bijaksana.

“ TERUS?!” teriak Hugo panik. Ethan megap – megap cari udara, “ Guys! Ke situ!” katanya sebelum ditelan lagi oleh kumpulan cewek – cewek. Saat itulah aku melihatnya, jendela yang cukup besar, jika kita membukanya… kita bisa turun! “GILA APA?! INI LANTAI 3 TAHU?!” teriak Aaron. Ia ditampar oleh 3 cewek berurutan. Ia terdiam sebentar, kemudian ia berganti pikiran, “ OK! Aku siap mati!” Aku menarik lengan baju Hugo, ia terbebas dari cewek – cewek itu, Aaron sudah membuka jendela. Ethan berteriak, “PERMISI!! MAAF!!” terus menerus dan mendorong Aaron.  “ Huuuaaa!” teriak Aaron. Ethan langsung melompat. Aku dan Hugo melompat bersamaan. Saat jatuh itulah : logikaku jalan lagi.

DODOL ! ITU LANTAI 3! BAGAIMANA MUNGKIN KAMU BISA HIDUP JIKA JATUH DARI LANTAI 3?! KAMU AKAN MENJADI HANTU , RYKER, DENGAN BISNISMU DENGAN ALICE YANG BELUM DISELESAIKAN! KAMU TIDAK BISA MATI SEKARANG! BAGAIMANA DENGAN GAME ‘ Aira Blitz’MU YANG BELUM KAU SELESAIKAN, HAH?! CEPAT! KATAKAN KEINGINANMU YANG TERAKHIR!!!

Aku memejamkan mataku dan berbisik, “ Aku pingin makan hamburger.” Berharap hal itu akan dapat membuat ‘nasib’ berbelas kasih padaku dan membiarkanku hidup. GUBRAK!

Aku sudah mati. Aku pasti sudah mati. Aku mati, aku mati, aku mati. Ya Tuhan.. biarkanlah ini menjadi Surga… aku mati. Aku mati. Hamburger itu tidak akan kumakan.“ Ryker?” aku mati? Oh, Hugo, kamu sampai di Surga juga? Tentu saja, kamu vegetarian dan agak gila, kamu pasti masuk Surga. Aku membuka mataku. Tapi aku tidak mati. “ Aku tidak mati?” tanyaku terang – terangan. “ Ya.” Jawab Hugo.

Saat itulah aku sadar, kita mendarat di semak – semak yang lebar. Aku melihat Aaron dipenuhi oleh daun dan ranting. “Astaga… kita punya keberuntungan hebat.…” kata Ethan sambil mengambil daun – daun yang tersangkut di rambutnya. Aku berdiri dan mendongak, tidak ada cewek – cewek. Itu bagus. Kita selamat. Tidak ada detensi untuk kita lagi. Aku menghela napas panjang dengan lega.Tapi tiba – tiba.. ada cairan kental berwarna merah yang muncul. Cairan itu  kelihatan kayak hujan, dan pertama, aku kira aku mimpi. Tapi cairan itu asli. Dan cairan itu menghantam kita bereempat.  BYUR!!!! Aku memejamkan mataku. Saat cairan itu telah berhenti menyirami kita, aku membuka lagi mataku. Kita semua basah-sah-sah. Aku mengecap cairan itu. Terasa seperti fanta… bukan… ada sprite… bahkan ada cola… tunggu, jadi ini campuran semua soda yang ada?! Aku mendongak lagi. Kelihatan 4 cewek. Dan 4 cewek ini adalah Cynthia, Heather, Daisy, dan yang pasti : ALICE. Mereka tersenyum memandang kita. “ Itu hukuman untuk cowok mesum!” teriak mereka bersamaan. Kemudian mereka tertawa dan menghilang. “ Jadi itu ulah mereka?!” Tanya Aaron, nadanya berubah menjadi nada marah. “ Kurang ajar… cewek kok kelakuannya kayak setan…” kata Ethan geram.

“ Semuanya…dari toilet cewek, sampai cairan ini…. Itu semua rencana mereka untuk perang konyol satu ini?!” tanya Hugo marah. Aku tidak menyalahkan mereka, baru kali ini aku merasa semarah ini. Bisakah mereka tahu bagaimana susahnya mencuci baju yang sudah dinodai dengan soda? Apalagi kalau kumpulan soda?! “ Mereka mau perang?!” tanyaku marah. “KALAU GITU AYO KITA BERI MEREKA PERANG!” teriak Ethan. “GILA APA?! LUPAKAN PERANG! INI KIAMAT BAGI MEREKA!!!” teriak Aaron, kelihatan persis seperti orang Viking. “ HABIS SUDAH RIWAYAT MEREKA!” teriak Hugo. Aku mengangguk dengan emosi dan berteriak, “ AWAS KAU, GRUP PIMPINAN SEKOLAH KELAS 7!!”

 ***

Kita bereempat begitu emosi, kita tidak terlalu kecewa saat dimarah Mr. Nath karena datang 25 menit terlambat PLUS basah kuyub. Kita bahkan tidak takut. Aku memandangi Alice dengan pandangan terjahatku. Tahu apa? Aku marah. Kita akan mengajari mereka untuk menghargai kita. Aku tahu bagaimana kronologi peristiwa toilet itu. Ethan menghack cctv komputer sekolah dan menemukannya.Pertama, mereka meminta agar beberapa cowok mengantri di depan toilet lantai 2, dan toilet lantai 1 diberi tanda bahwa airnya habis. Terus, mereka beri mainan binatang tikus yang besar banget di toilet cowok. Sifat Paranoid Aaron mereka gunakan, sialan mereka. . . 20 detik sebelum kita, para cowok, datang, tanda toilet cowok dan cewek ditukar oleh mereka. Gila apa, mereka bahkan sudah memberi-tahu kakak- kakak kelas itu. Mereka cuma acting berganti baju dan diperbolehkan memukuli kita seperti itu. ( aku sendiri baru sadar kalau semua cewek – cewek yang sedang ganti baju itu pakai baju kayak tank-top dan celana pendek aja, jadi sama sekali tidak ada adegan yang porno.)Dan cewek yang keluar itu cuma pura – pura memanggil guru. Tidak ada guru yang namanya Miss Dorothy di sekolah ini. Belum lagi, kita dipaksa lompat dari lantai 3, semak – semak itu membuat kita binggung dan berdiri untuk bersyukur, dan menghasilkan kita disiram. BISAKAH KAU BAYANGKAN BETAPA MARAHNYA AKU SEKARANG?! Oh yeah, aku emosi.

“ MENGERTI KALIAN SEMUA?!” bentak Mr.Nath. Kita bereempat mengangguk, berusaha menghapus cairan – cairan soda itu dari baju kita dengan tangan. “ DUDUK! DETENSI! MULAI MINGGU DEPAN!” Kita bereempat mengangguk lagi dan menyeret tas kita ke tempat duduk paling belakang. Aku mengeluarkan catatanku dengan marah. Hugo yang duduk di sebelahku mengomel – ngomel dengan suara rendah. “ MR. FREDDICKSON!” teriak Mr.Nath. aku mengangkat kepalaku. Apa lagi… “ Saya masih ingat bahwa Anda kemarin tidak mengerjakan PR. Lagi –lagi hari ini Anda membuat masalah. Apakah Anda sudah mengerjakan PR?” Aku mengangguk. Yeah, kemarin aku bikin. “ Kalau begitu tulis di depan kelas!” Sambil berdiri dengan kesal, aku mengambil buku tulisku. “ TANPA BUKU TULIS.” Tegas Mr.Nath. “Saya tidak hafal soalnya.” Kataku kesal. “ Alasan… nih!” ujar Mr.Nath sambil menyerahkan kertas berisi soal – soal. Aku mendesah, meletakkan buku catatanku, dan mengambil kertas itu. Sambil menarik keluar spidol, aku mulai mengerjakan 15 soal Matematika Aljabar itu dengan ringan. Pikiranku melayang kembali ke kelas 4.

Hebat banget Freddickson! Betul semua! Jenius kau!
Ahahaha… jangan bergurau… itu cuma soal biasa…
Dasar pemalu, jadi kau tetap akan ikut lomba cerdas cermat itu kan?
Ya, Sir,
Bagus!

“ Freddickson…?” suara Mr.Nath terdengar. Aku tersentak dan melihat ke belakang, “ Ah?” “ Sudah selesai?” suaranya terdengar ragu – ragu, tidak sekeras bentakannya tadi. Aku melihat lagi ke papan. 15 soal. Selesai. Aku mengeceknya untuk semenit.

“ Yeah.” Jawabku. Mr.Nath melongo. Aku berdiri salah tingkah, di depan kelas dengan spidol dan baju yang basah. “ Um… apakah ak- saya, boleh… duduk kembali?” “ Eh, ah, er, ya.” Aku duduk kembali. Hugo memukulku. “ Ow!” “ Kamu Ryker?” tanyanya. “ Ha?” “ Kamu Ryker Freddickson atau bukan?” “Hugo… tentu saja aku Ryker…”  “ Bohong. Ryker tidak mengerti aljabar.” “ Iya, aku mengerti. Sudahlah, jangan lebay.” “ Tapi… Ryker… sejak kapan kau…” “ JANGAN LEBAY.” Tegasku. Hugo diam seribu bahasa. Kurasa ia mengerti aku tidak mau membahas hal itu lagi.

***

“ Aku muak.”
“ Aku juga.”
“ Aku muak 3 kali lebih banyak dari kamu.”
“ Koreksi, koreksi, 300 kali!”

Kita bereempat dengan kesal saling mengutarakan bagaimana perasaan kita. Sudah istirahat panjang sekarang, dan baju kita sudah setengah kering.

“ Punya rencana?”
“ Tidak. Tapi aku punya buku yang bisa digunakan untuk rencana.”
“ Bagus! Ayo mulai menulis rencana kita untuk balas dendam kepada cewek – cewek edan itu.”
“ Tidak, kita butuh ruangan dulu. Jika kita menulis di depan loker kita, CCTV akan menangkap semuanya.”
“ Bagaimana dengan toilet?”
“ Mereka punya akses ke toilet juga.”
“Kalau gitu, ruangan apa yang tidak akan dicari oleh cewek – cewek itu?”

Kita bereempat diam sambil berjalan. Saat berbelok di salah satu tikungan hall, Aaron menabrak pintu. “ Ow…”. Ethan membantu Aaron berdiri. Hugo melongo dan berkata, “ NO… WAY…” aku memandang ke arah pintu itu. Dan aku juga syok. Ternyata benar, takdir sedang berbaik hati bagi kita. Ruangan yang PASTI tidak akan dimasuki cewek, PASTI tidak ada CCTV, PASTI cocok bagi kita : RUANGAN JANITOR. Kita bereempat langsung membuka pintu itu, tidak dikunci! Saat masuk, tidak ada janitor di dalamnya. Yang ada hanyalah ruangan sempit berisi alat – alat kebersihan dan sabun serta tisu toilet. Lampu di atasnya kecil, tapi terang. “ RUANGAN SEMPURNA…” ujar Ethan. Bahkan ada colokkan listrik! Dan jangan pernah lupa..TISU TOILET! “ Ini tempat kita.”“ Yep!” “ Tapi janitornya…?” “ Tidakkah kamu sadar? Janitor sekolah hanya datang ke sekolah saat sekolah selesai. Mereka tidak pernah datang waktu jam sekolah.” “ Itu bagus… ok.. diputuskan. Ini ruangan kita.” YEEESSS!! RASAKAN CEWEK – CEWEK!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

The Hunchback of Jinjang Selatan

Nothing but nunsense mostly

%d bloggers like this: