Fishes in the Sea

Jadi sudah lama sejak aku nggak nulis di sini.

Terus hari ini kebetulan aku buka laptop dan pikir, “Damn, daripada kerja tugas mendingan nulis blog.” Jadi disinilah daku berada, lol.

Aku nggak terlalu ngerti mau nulis apa hari ini tapi hasil dari browsingku di 9gag menghasilkan satu foto yang so deep, I can’t even see it anymore. 

Damn bro. That’s harsh. 

Tipe gambar ini membuatku sadar bahwa : bagaimana kau bisa melihat hal – hal indah yang kecil jika hal terindah yang pernah kau alami direngut darimu? *galau abis* Aku lumayan beruntung karena tidak bisa merasakan apa yang J. Faulkner rasakan. Dan siapa sih J. Faulkner itu dan apa yang terjadi padanya hingga ia seperti ini? Pencarian di bawah 1 menit di google memastikan bahwa aku takkan pernah tahu. Nama lengkapnya Jen Faulkner dan quotenya dia cuma 1 ini aja yang tersebar kemana – mana. Tapi sama sekali nggak ada informasi tentang dirinya. Di facebook, twitter, goodreads, bahkan imdb ada setidaknya 1 orang bernama Jen Faulkner, but who the hell is she/he, bro? 

Mungkin tidak terlalu penting siapa dia. Tapi tipe orang apa dia itu. Tipe orang yang ngeshare quote – quote seperti Jen inilah yang biasa kita temui setiap hari : Galauers.

Kerjaannya galau mulu. Bangun pagi masang status galau. Dengerin lagunya Adele, Taylor Swift, Ed Sheeran, The Script, Geisha, siapapun lah yang ada unsur ‘heartbroken’-nya on loop. Di sekolah/kantor gak bisa konsentrasi dan murung. Nangis sampai tidur. Susah untuk bersimpati pada orang – orang tipe ini jika mereka melanjutkannya selama lebih dari 1 minggu.

Pacarmu ninggalin kamu. Move on. Kamu mungkin masih merasa seperti ini : 

Tapi dengan merasa seperti itu, kau malah membuat dirimu seperti ini :

Seriously, tidak semuanya ingin mendengar bagaimana pacarmu itu “Supposed to be the one.” dan akan selamanya mengasihani dirimu.

Tapi pada saat yang bersamaan, kau sedang patah hati, kan? Usaha orang lain untuk membantumu percuma. Dan usaha orang lain untuk tidak membantumu dengan mengacangimu juga membuatmu semakin merasa tidak berarti. Kamu stalk pacarmu di sosmed karena kelewat kangen, tapi kau tahu sebaiknya tidak mengontaknya lagi karena kalian sudah tidak cocok bersama.

“Tapi aku masih ingin kita bersama.”

Lalu kenapa bisa putus? Jika kalian berdua benar – benar – benar – benar – benar – benar – BENAR ingin membuatnya berhasil, kalian bakal melewati tengkaran dan perbedaan kalian dan memperjuangkan hubungan kalian. Jadi intinya : antar kamu atau dia yang tidak serius. Atau mungkin memang bukan seharusnya kalian bersama. Mungkin suatu hari kalian akan balikan lagi, setelah lebih dewasa dan berpengalaman, siapa tahu? Yang penting kalian gunakan apa yang telah kalian dapat sebagai pengalaman.

Dan ingatlah : jauh lebih enak memiliki kenangan manis-pahit dari cinta daripada dilanda kekeringan abadi di gurun jomblo   *ceritanya jomblo juga bisa galau*

Peace out!

Advertisements

2 thoughts on “Fishes in the Sea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s