Mengapa?

“Mengapa kau pergi?”

Ia memandangiku balik, pandangannya kosong, tidak mengerti.
Ia tak tahu apa yang telah ia lakukan. Ia tak tahu,
Bagaimana aku meneriakkan namanya ke kegelapan yang ada ketika ia hilang.
Bagaimana pandanganku melengket ke langit – langit kamarku tiap malam, tidak bisa tidur.
Bagaimana semua temanku menganggapku gila karena sebenarnya aku memang gila.
Tergila – gila akannya. Dan tergila – gila untuk mendapatkannya kembali.
Ia tak tahu bagaimana aku mengingat semua yang kita bicarakan meskipun kita tak pernah berbicara.
Mengingat ketika ia senyum, sebuah lesung pipit setengah akan muncul di pipinya.
Mengingat ketika ia memelukku, aku bisa meletakkan daguku di atas kepalanya.
Mengingat ketika aku mengatakan aku mencintainya dan ia mengatakannya balik tapi tidak benar – benar memaknainya.

Karena ia pergi. Dan ia meninggalkanku sendiri.

Gertakan gigi dan sejuta rasa sakit kemudian, aku mengatakannya lagi.

” MENGAPA kau pergi?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

%d bloggers like this: