Titik Balik, Menulis, Facebook, dan.. dia?

4-5 tahun yang lalu, aku masih anak cewek yang tergolong lumayan polos. Kalo ngomong nggak pake bahasa kayak gini. Ngomong yang pakai Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai ejaan EYD dan bisa membuat guru bahasaku menangis terharu saking indahnya bahasaku.

Then shit happened.

Pertama aku masuk SMP, lalu pergaulanku dengan anak – anak terseru di dunia mengakibatkan Bahasa Indo baik dan benarku tadi luntur. Belum lagi aku terjerumus ke dunia kelam 9gag dan youtube dan gaming, dan yah, intinya titik balik aku rusak itu pas SMP. *lol*

Kurasa sebenarnya bukan titik balik rusaknya, tapi titik balik mulai terbentuk kepribadian diriku. Aku barusan membuka facebook kapan hari dan aku ingin menembak diri masa laluku. Sesuatu tentang ke-alayan dan ketidak jelasan status – statusku, atau mungkin hanya perbedaannya saja yang membuatku gatal ingin mendelete akun facebook-ku. Perbedaan di sini bukan berarti perbedaan muka (meski memang aku bakal mengurung di kamar selamanya jika ada seseorang yang lihat foto – foto SD-SMPku yang terpajang di facebook. Aku ingat ngeliat salah satu lalu langsung teriak “ASTAGA!”) tapi juga perbedaan mengenai apa yang kuanggap penting. Aku melakukan update status tiap hari dulu untuk countdown dari awal bulan Desember untuk ke Natal.

Sekarang Natal serasa hari yang tak semeriah itu. Atau bagaimana aku update status tentang cuaca. Sekarang aku mengerti kenapa aku tak punya segitu banyak teman waktu SMP…

Well anyway, aku lebih dewasa sekarang. Sudah tahu cara ngambil selfie yang lebih bagus. Lebih peduli dengan sekitarku. Setidaknya cukup peduli hingga update statusku bukan tentang cuaca atau countdown ke tanggal Natal lah .___.

Tapi ada satu hal lagi yang berubah. Aku lebih sering menulis dulu. Mungkin itu pelarianku? Tapi aku masih tak mengerti. Menulis adalah sesuatu yang dulu adalah esensi terpenting dari diriku, kepribadianku yang paling penting, cita – citaku yang begitu kukejar hingga aku tak peduli siapa kamu dan apakah kamu mau jadi temanku atau tidak– tapi aku akan menjadi seorang penulis. Dan jika kau tak suka itu, silakan pergi.

Dan sekarang aku bertanya – tanya bagaimana hal seperti itu bisa menguap dengan begitu cepat dan bagaimana 1/2 dari diriku masih berusaha menahan keinginan sedalam itu untuk tetap tinggal. Karena aku sesungguhnya sangat rindu dengan menulis. Tapi apakah realitas sudah menghantamku? Apakah aku sekarang sadar akan fakta aku tidak akan selamanya di usia sekolah dan sebentar lagi harus bekerja? (Tapi bukankah menulis itu pekerjaan juga? Shit!)

ARGGHHHHH

Entahlah. Kurasa gabungan antara rasa malas dan kesibukan sekolah dan sesuatu yang lain membuatku tak seniat menulis seperti dulu. Atau mungkin aku masih ingin menulis– cuma apa yang ingin kutulis sekarang berbeda.

Atau mungkin aku terlalu sibuk dengan fakta ada orang baru di hidupku yang membuatku sadar jatuh tak sekeras yang kubayangkan. *ASEKKK* Urm. Nggak segitunya juga sih. Aku nggak sesibuk itu dengan dia. Tapi apakah dia menjadi bagian dari hidupku yang perlu kupertimbangkan sekarang? Well…

Anyway, kurasa aku hanya ingin menulis ini untuk penjelasan kenapa aku sudah terlalu lama meninggalkan duniaku. Dan fakta bahwa aku sekarang tak yakin apakah ini masih duniaku..

..

..

..

Well shit, lihatlah. Biarkan diriku dengan keyboard dan 15 menit dan lihat seberapa banyak aku mengetik? Mungkin aku hanya butuh ide yang tepat. *damn, post ini lumayan bikin depresi ya.*

Peace out!

Advertisements

One thought on “Titik Balik, Menulis, Facebook, dan.. dia?

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

%d bloggers like this: