Buku Harian

Kamu tahu bagaimana biasanya buku harian itu diisi oleh seorang cewek?

Itu tidak berlaku dengan Eric.

Ternyata selama ini ia telah diam – diam mengisi suatu buku yang ia simpan di sudut kiri belakang lemari bajunya. Aku menemukannya waktu perlu meminjam salah satu jaketnya. Dan ia tidak hanya mengisi satu. Ia sudah mengisi 3 buku. Tampaknya buku pertamanya ia isi waktu masih SD. Kertasnya mulai menguning, dan bukunya lebih kumal dari yang lain. Tulisannya lebih rapi, seperti kebanyakkan cowok kalau masih SD dan antusias belajar.

Kamu tahu bagaimana biasanya buku harian itu diisi dengan perasaan?

Itu tidak berlaku dengan Eric.

Dari halaman pertama buku kumal itu hingga entri terakhir di buku terbarunya, yang ada hanyalah lirik lagu. Mungkin ada 1 atau 2 kalimat untuk menjelaskan kenapa ia menulis lirik itu, kadang sebuah tanggal– tapi sebagian besar hanyalah lirik lagu. Beberapa bahkan merupakan gabungan lagu. Ia bisa menulis sebuah lagu lalu tiba – tiba tengah jalan lagunya berubah menjadi lagu lain.

Serius, Ric. Bagaimana cara otakmu bisa menyambungkan ‘Love the Way You Lie’-nya Eminem dengan ‘Just the Way You Are’-nya Bruno Mars? Kamu tahu bagaimana biasanya jika kau sudah berteman dengan seseorang begitu lama, kamu akan mengerti jalan pikir mereka. Itu tidak berlaku dengan Eric. Sama sekali tidak.

Atau apakah kamu tahu bagaimana biasanya kalau kamu sakit hati kalau diputusin pacar selama 2 tahun sekaligus cewek yang sudah kamu suka selama 5 tahun?

Semua teman – temannya–termasuk aku!– mengira itu tidak berlaku dengan Eric.

Tapi setelah membaca 29 lembar penuh dengan kutipan – kutipan lagu dari Adele, (We could’ve had it all–)

The Script (CAUSE WHEN A HEART BREAKS IT DOESN’T BREAK EVEN *ditulis dengan caps lock, bolpen merah, dan coretan di sekelilingnya. Aku cukup yakin ini waktu hari terburuknya.)

Arctic Monkeys (And I’m not being honest, I pretend that you were just some lover..)

*aku sumpah miris waktu baca kalimat itu. Bahkan lebih parah itu daripada (Maybe I’m too busy being yours to fall for somebody new) padahal itu membuatku membisik “Damn, Ric.” dengan suara terpelanku.*

Bahkan beberapa dari Taylor Swift yang merupakan penyanyi yang paling Eric benci (And EVERYTHING has changed) 

…… Jadi setelah deliberasi berat, aku rasa hal itu masih berlaku dengan Eric.

Kamu tahu bagaimana buku harian merupakan sasaran empuk untuk blackmail? Lupakan blackmail. Teman baikmu akan menyebarkan aib tanpa memikirkan minta imbalan. Kamu tahu bagaimana kau biasanya keringat dingin kalau sadar itu bisa terjadi? Malu bahwa semua perasaanmu selama bertahun – tahun ini akan terbongkar, dan bisa terbongkar ke SEANTERO sekolah?

Itu tidak berlaku dengan Eric.

Dasar bajingan tidak bisa ditebak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s