Partner pt.8 (FINAL)

Aku berteduh di depan pagarnya dari hujan yang tiba – tiba mengguyur di tengah – tengah perjalananku. Sudah 14x aku menelponnya dan ia tidak mengangkat. Bel rumahnya korslet kena air sehingga menyetrumku ketika aku mencoba menekannya. Aku mencoba menggedor kunci pagarnya tapi suara hujan yang terlalu deras menutupinya.

Aku menelponnya lagi dan kali ini ia menjawab dengan membanting buka pintu rumahnya. “ADELINE!” seruku menyaingi suara deru hujan. Ia berjalan ke pagar, membuka kuncinya dan bukannya membiarkanku masuk, ia yang keluar dan menamparku. Aku mundur, memegangi pipiku.

“DASAR BEGO! COWOK BAJINGAN!” umpatnya. Aku mengangkat tanganku menahan tamparan kedua. “ARRGGGHH!” teriaknya.
” BISAKAH KAMU TENANG?!” Seruku balik.
” TENANG? TENANG?! AKU MENGHABISKAN HAMPIR 7 TAHUN SUKA SAMA KAMU DIAM – DIAM LALU HARUS TETAP TENANG SELAMA 1 TAHUN SETELAHNYA KETIKA KAMU LAPORAN TIAP 5 MENIT TENTANG VIVIEN YANG LEBIH BRENGSEK DARI KAMU ITU! AKU CAPEK BERSIKAP TENANG!”
” Kamu suka aku?”
Ia memukul badanku dan pundakku dan aku berteriak sambil mundur dan mengangkat tanganku. “Ow! WELL MANA KUTAHU KAMU SUKA AKU?!”

“AKU BERI KAMU COKLAT TIAP VALENTINE SEJAK SD, KITA KEMANA – MANA BARENG, KAMU WAKTU SAKIT AKU SAMPERIN KE RUMAH LALU KASI SOP BUATAN SENDIRI, KITA SUDAH KAYAK COUPLE TAHU GAK?!”
” KUKIRA KITA CUMA TEMAN DEKET!”
” TEMAN DEKET ITU KAMU SAMA PRATA, BEGO! KALAU SUDAH SAMPE TARAF KAYAK KITA DULU ITU SUDAH OTW JADIAN!”
“LHA KAMU NGGAK BILANG!”
“AKU KIRA KAMU TAHU, LALU TIBA – TIBA VIVIEN DATENG DAN–”
” DAN APA?! DAN KAMU NINGGALIN AKU SAAT AKU PERLU KAMU!” Bentakku balik meski hujan mulai mereda. “AKU SUDAH TANYA KE KAMU SAMPAI NGGAK TAHU BERAPA LAMA APA SALAHKU DAN KENAPA KAMU NJAUHIN AKU TAPI KAMU NGGAK BALAS APA – APA! AKU MINTA MAAF AKU NGGAK PEKA TAPI AKU BENERAN NGGAK NGERTI DAN KETIKA AKU BERUSAHA UNTUK NGERTI KAMU NGGAK MEMBANTU!”

Aku menarik napas panjang, memandangi Adeline yang menangis. Atau itu hujan? Entahlah. “Kamu nggak tahu betapa parahnya aku membutuhkanmu waktu dia menolakku.” ujarku lirih, “Dan berapa kali aku tidak bisa tidur dan satu – satunya yang kupikir adalah ‘Adeline pasti tahu cara membuatku merasa lebih baik’. Dan kamu tahu apa? Sampai sekarang aku masih berpikir seperti itu kadang.”

” Kalau begitu kenapa kamu tidak pernah menelponku di malam – malam itu?” tanyanya.
“Aku kira kamu tidak bakal mengangkat. Aku kira kamu tidak mau berteman denganku lagi.” ujarku datar. “Dengar, aku tahu aku salah menyukai Vivien. Aku tahu dia bukan cewek yang bisa menahan mulutnya untuk bergosip dan aku tahu dia suka ngeflirt dengan banyak cowok– tapi aku tidak bisa tidak menyukainya. Sampai sekarang pun aku kadang merasa aku menyukainya.” Adeline memandangiku dengan sakit hati. ” Tapi aku tahu aku tidak bisa memilikinya dan aku tahu ia bukan jodohku atau semacamnya. Dan akan butuh waktu lagi sampai aku akan benar – benar tidak peduli dengannya, tapi suatu hari aku akan.”

Adeline menghela napas panjang. “Well, sekarang bagaimana?” tanyanya. Dan aku memandanginya dan ia memandangiku. Kita berdua basah kuyup, air hujan menggenang hingga mencapai pergelangan kaki kita. HP di kantongku rasanya sudah tewas riwayatnya– dia terlihat payah dan aku yakin aku juga. Tapi untuk pertama kalinya aku akhirnya merasa aku kembali dengan Adeline-ku yang lama.

“Kurasa kita mulai PDKT?” tanyaku ragu – ragu.
“Kukira kamu friend-zone aku?”
“Setelah ini semua, Line. Aku tidak bakal bisa melihatmu hanya sebagai teman lagi.”

Dan ia tersenyum, membuatku tersenyum juga. Lalu aku membuka lenganku lebar – lebar dan memeluknya.

Advertisements

2 thoughts on “Partner pt.8 (FINAL)

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

The Hunchback of Jinjang Selatan

Nothing but nunsense mostly

%d bloggers like this: