Review : Crows Zero (& Crows Zero II)

Halo!

Hari ini aku hadir tidak dengan cerpen ataupun cerbung/cerita bersambung galau nan rumit tetapi dengan sebuah review 😀 Ceritanya aku sejak SMA kelas 11 itu pingin banget nonton Crows Zero yaitu sebuah film yang diperkenalkan kepadaku oleh kelakuan anak – anak cowok di kelasku. Mereka sok – sok tawuran dan sering setel lagu sound track dari filmnya di kelas. Awalnya sih aku tidak peduli, tapi lalu ketika mereka memainkan cuplikan dari film pertamanya, aku tertarik karena

  1. Crows Zero itu film Jepang
  2. Film Jepang yang isinya tentang tawuran antar pelajar SMA
  3. Dan setting serta karakternya tampaknya mirip dengan salah satu manga favoritku yaitu Beelzebub yang plotnya kurang lebih sama (anak – anak cowok SMA tawuran)

Alhasil aku ingin nonton. Tetapi baru kesampaian nonton waktu sudah lulus SMA, lebih tepatnya hari senin lalu aku nonton. Dan reaksiku setelah menonton film berdurasi 2 jam itu — AKU PATAH HATI.

PATAH HATI BANGET. NGGAK RELA RASANYA FILM ITU SUDAH SELESAI, SUMPAH. Jadi besoknya aku nonton yang kedua.. DAN AKU LEBIH PATAH HATI. SAMPAI DETIK AKU NULIS INI AKU MASIH BELUM MOVE ON.

Itulah mengapa aku akan menulis review-ku tentang film itu.

nkud0a7

Poster Crows Zero 

Data film :

Judul : Crows Zero
Sutradara : Takashi Miike (yang juga menyutradarai Crows Zero II yang keluar tahun 2009)
Tahun Keluar : 2007
Genre : Action
Sequel : Crows Zero II dan Crows Explode 

Di film Crows Zero, Genji Takiya (Shun Oguri), seorang anak dari bos yakuza pindah sekolah ke SMA Suzuran yang terkenal sebagai sekolah yang aktivitas utama siswanya cuma berkelahi dan tawuran. Ini terbukti karena dari awal sampai akhir film, tidak ada proses belajar mengajar yang terlihat meskipun mereka semua anak SMA dan settingnya biasanya di sekolah. Ngomong – ngomong tentang setting, Crows Zero merupakan salah satu film yang dipuji karena bisa mendatangkan atmosfer ‘preman’ yang khas karena selalu memiliki setting yang tercoreng graffiti dan terkesan kumuh. Kembali ke masalah plot, Genji memiliki tujuan untuk menjadi petarung nomor 1 di Suzuran karena jika ia berhasil, ayahnya (si bos Yakuza) akan mewariskan seluruh organisasi Yakuza itu kepadanya.

ss

Ini sekolah apa sarang preman?

Sayangnya, Suzuran terbagi menjadi beberapa geng – geng yang masing – masing memiliki bos yang jago berkelahi. Salah satu geng  terbesarnya adalah Serizawa Army yang dipimpin oleh Tamao Serizawa (Takayuki Yamada). Dengan bantuan dari seorang anggota yakuza gadungan, Ken Katagiri (Kyosuke Yabe), Genji menyatukan beberapa geng menjadi miliknya yang dipanggil GPS (Genji’s Perfect Seiha) Army dan tentu saja menemukan dirinya melawan cobaan demi cobaan untuk menjadi nomor 1 di Suzuran.

Yah intinya seperti itulah plot-nya. Plot dari film yang kedua (Crows Zero II) masih memiliki tema tawuran, tetapi kali ini bukan tawuran antar pelajar di Suzuran, tetapi tawuran antar sekolah yaitu Suzuran dengan SMA lain, Housen, yang tak kalah bajingan  bermasalah murid – muridnya.

crows20zero20220wallpaper20w01

Poster untuk Crows Zero II

Kedua film ini berdasarkan sebuah manga bikinan Hiroshi Takahashi yaitu ‘Crows‘ yang kemudian dilanjutkan dengan ‘Worst’. Meski berdasar dari manga tersebut, sebenarnya yang diambil cuma setting sekolah Suzuran dan karakter – karakternya yang selalu ingin tawuran. Tokoh utama manga itu tidak pernah muncul di film pertama maupun kedua karena menurut si sutradara, filmnya itu berakhir sebelum awal dari manga alias berlaku sebagai prequel.

Film ini bukan tipe yang family-friendly, terdapat umpatan di nyaris tiap dialog dan kebanyakan karakter memiliki sifat kasar, cinta kekerasan dan tidak bisa lepas dari rokok dan alkohol. Asek! Jika kalian ingin cara cepat untuk mengubah segerombolan anak cowok SMP atau SMA menjadi preman, tinggal setel film ini. Secara umum, baik Crows Zero maupun Crows Zero II  merupakan film yang dilaksana dengan baik. Meski terkenal sebagai film yang isinya cuma tawuran, sesungguhnya ada jalan ceritanya yang memiliki flow yang baik, lho. Para aktor juga menghayati peran sebagai anak berandalan dengan muka – muka garang nan ganteng  tipikal bad boy. Editing suaranya kadang kurang halus, tetapi soundtrack rock dan punk yang dimiliki cukup meninggalkan bekas yang mendalam di batin karena disertai editing yang baik. Mengingat banyaknya jumlah orang yang saling pukul memukul, efek suara pukulan pun dimasukkan dengan sempurna.

tumblr_inline_mydsswdw5n1qfrp2t

Reaksi gue ngeliat cowok – cowok ganteng brengsek tawuran. (Ini beneran adegan dari Crows Zero II)

Jika kamu tipe yang suka film action dan suka anime, aku akan merekomendasikan film ini. Dengan beberapa adegan khas manga shounen, opening yang khas anime dengan soundtrack yang sama, dan karakter – karakter yang tidak terlupakan, Crows Zero dan Crows Zero II merupakan tipe live action dari sebuah manga yang sukses berat. (Dibandingkan dengan Conan atau Dragon Ball lah minimal)

crows-explode-poster

Poster Crows Explode

Sebenarnya ada sih film ketiganya, tetapi sutradaranya sudah berbeda dan cast-nya hampir sama sekali baru. Ceritanya tetap tentang Suzuran tetapi bukan tentang Genji dkk lagi. Sayangnya aku nggak berani nonton karena takut bakal merusak image-ku tentang Crows Zero dan Crows Zero II (karena banyak yang beranggapan film ketiganya memiliki cerita yang lebih baik tetapi actionnya tidak sepadan dengan dua film pertamanya).

Jadi begitulah akhir dari review-ku tentang Crows Zero dan Crows Zero II! Film yang kusangka bakal mengecewakan ini ternyata jauh lebih baik dari yang kukira. Jika kalian seorang yang suka tipe film begini lalu galau pingin nonton lagi, aku sarankan kalian membaca manga Beelzebub. Jujur saja mungkin mangaka Beelzebub suka Crows Zero, karena beberapa karakternya mirip mukanya haha. Jalan ceritanya kurang lebih sama (sekolah yang kerjaannya cuma tawuran dan gangster – gangster) tetapi lebih banyak diselingi unsur fantasi dan humor jadi tidak membosankan.

beelzebub-full-505328

Semoga review ini membantu siapapun yang membutuhkan inspirasi sebagai preman!

Peace out!

Advertisements

2 thoughts on “Review : Crows Zero (& Crows Zero II)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s