Serangga

Ini cerita mengenai seekor kupu – kupu dan laba – laba. Aku salah satu dari mereka.

Aku tak tahu mulai kapan ia melakukannya.

Tapi ia menjeratku begitu dalam hingga aku tak bisa lepas lagi.

Di antara perangkap yang ia pasang, aku berusaha menggeliat tanpa hasil.

Aku tertawa muram ketika ia muncul dengan niat sesungguhnya. Mulutnya berair. Matanya menari liar ke badanku. Tangannya menggapai– kelaparan.

Lucu bagaimana beberapa orang mengoleksi mereka karena menganggap mereka cantik–  kurasa aku juga termasuk di kategori tersebut, melihat bagaimana sekarang aku tak bisa berkutik di bawahnya.

Ia tersenyum simpul– sebelum pergi. Meninggalkanku untuk mati sendirian tanpa dirinya.

Dan jika kamu kira akulah si kupu, kau salah besar.

Karena justru yang lembut dan cantiklah yang lebih merahasiakan kenyataan bahwa mereka beracun daripada seseorang yang sudah memamerkannya dari awal.

 

Advertisements

2 thoughts on “Serangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s