Ciuman

Jika ditanya bagaimana rasanya ciuman,

aku akan menjawab rasanya semanis es krim saat kamu berjalan di tengah festival yang terlalu padat di bawah matahari terik.

Aku akan menjawab rasanya seperti ledakan kembang api pertama di tahun baru, setelah sekian lama menunggu.

Aku akan menjawab rasanya seperti bangun dari sebuah tidur siang yang nyenyak.

Aku akan menjawab rasanya seperti mendengar musik favoritmu ketika kamu berjalan pulang dari sebuah hari yang berat di kantor.

Aku akan menjawab rasanya seperti mendengar bisikan rahasia, di dalam kelas berhiaskan lelehan mathari ketika pulang sekolah.

Aku akan menjawab rasanya seperti lumuran keju di atas pizza hangat ketika kamu lapar.

Aku akan menjawab rasanya asin– seperti air laut dan air matanya yang menetes ketika ia melakukannya.

Aku akan menjawab lebih baik kamu tidak tahu.


INI GAK TRUE STORY.

Advertisements

4 thoughts on “Ciuman

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

The Hunchback of Jinjang Selatan

Nothing but nunsense mostly

%d bloggers like this: