Hatinya

Ronald menggigit jarinya, sebuah kebiasaan buruk yang tidak akan pernah berubah darinya. Keningnya mengerut sementara ia berusaha berpikir bagaimana cara memenangkan hati dari Luna.

Ia menghela napas dengan frustrasi. Luna.. gadis tercantik di seluruh sekolah. Seluruh kota bahkan, sejak ia memenangkan lomba kecantikan sekota. Semua lelaki yang pernah melihatnya langsung takluk. Semuanya berlomba – lomba memenangkan hatinya. Tapi tidak ada yang benar – benar berpikir sekeras Ronald.

Ia tahu ia tidak memiliki muka yang mendukung. Cewek pada umumnya tidak akan menoleh kepadanya. Berusaha mengirim surat cinta atau coklat seperti lelaki kebanyakan tidak akan membuahkan hasil. Tidak. Jika Ronald ingin berhasil merebut hati Luna, ia harus berpikir keras.

Dengan puas, ia menuliskan ide terakhirnya. Ia hanya akan melakukan 5 hal. 5 hal ini akan membuat Luna jatuh hati padanya, dan hanya padanya.

Semua lelaki pernah mengirimkan bunga ke Luna, tetapi sedikit yang tahu bahwa bunga favoritnya lavender. Semua orang tahu Luna suka puisi. Tapi sedikit yang bisa benar – benar membuatnya menangis. Di antara ribuan wawancaranya, Luna pernah berkata bahwa ia lebih suka kucing daripada anjing.

Luna juga sangat teramat suka pemandangan dari atas tempat – tempat yang tinggi.


Di depan sorotan kamera untuk acara TV live, Luna terisak. “Aku berharap aku mengenalnya lebih dalam sebelum kematiannya– ia membuat puisi yang luar biasa indah sebelum bunuh diri, keindahannya rasanya menghantuiku. Aku yakin jika kita bertemu sebelum tragedi ini kita bakal bisa berteman.. mungkin lebih! Kita memiliki cara berpikir yang sama– kita berdua sesama pecinta kucing dan ia mengatakan di puisinya ia memilih melompat daripada menggantung dirinya agar bisa melihat pemandangan indah terakhir. 

Luna menghapus air matanya dan berkata, “Aku tidak mengerti kenapa ia mengirimkan lavender kepadaku paginya, aku tahu banyak yang menanyakan aku mengenai hal itu. Tetapi ketahuilah bahwa aku akan selalu mendoakannya dan ia akan selamanya hidup di kenanganku.” 

Luna mengakhiri wawancara itu sebelum si reporter bisa menanyakan lebih mengenai anak yang sesekolah dengannya tersebut. Bahkan tidak tentang kertas yang mereka temukan di kantong bajunya. 


to-do-list

Advertisements

3 thoughts on “Hatinya

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Si Baka Punya Cerita

Temukan Info Baka di Sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

%d bloggers like this: