Huruf Pertama

Januari adalah bulan dimana aku pertama melihatnya. Aku nyaris tersedak, kukira aku salah lihat. Namun aku benar, di bayang – bayang layar komputerku yang gelap, ada sesuatu. Gara – gara satu sentakan fatal, ia tahu bahwa aku tahu. Aku tidak aman lagi. Neraka mungkin lebih baik daripada hidup seperti ini.

Mengerling ke belakang setiap langkah yang kuambil. Energiku terkuras karena tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak. Narapidana dari pikiranku sendiri. Orang – orang di sekitarku mengira aku gila. Letupan sindiran mereka tidak kupedulikan, hanya terbalas dengan senyum lemah. Elektronik tidak kupakai lagi, sejak aku pertama melihat itu di layarku. Hanya sekilas tapi jelas, bayangan tetapi tajam.

Kemanapun aku pergi aku mengerling ke belakang, sudahkah aku bilang itu?
Efektif sebenarnya mengulang – ulang kata, karena kamu semakin yakin apa yang kau ulang itu kenyataan.

Bulan ini aku baru menyadari aku bisa mendengarnya sekarang. Erangan pelan, gumaman tak jelas. Layaknya dari sesuatu yang aku sendiri tidak yakin ada. Agaknya aku memang gila. Keningku berkeringat dingin belakangan, kurasa itulah yang bakal terjadi jika kamu mulai merasa sesuatu di pundakmu. Agaknya sekeras apapun aku berharap aku salah lihat, aku benar. Namun asal aku bisa memberi semacam peringatan kepada seseorang– kepada kamu– kurasa tidak masalah jika aku akhirnya menyerah.  Ganjilkah judulku, omong – omong?

 

Advertisements

One thought on “Huruf Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s