Normal

Kita masih bersama.

Dan aku merasa itu aneh– aku tidak mau kita berpisah tapi ide bahwa kita tetap bersama itu aneh saja. Kita tidak berusaha lagi, kadang aku bertanya – tanya apakah itu hal yang baik.

Apakah itu normal?

Kamu memrotes kamu sudah tidak tahu apa yang kamu mau katakan kepadaku. Aku berbohong jika aku tidak merasakan hal yang sama.

Apakah itu normal?

Ide bahwa kita tidak berkomunikasi, bahwa kita kesulitan untuk berkomunikasi itu tidak membuatku nyaman. Aku merasa kita sudah berubah menjadi orang yang berbeda. Kamu selalu sibuk. Aku selalu bekerja. Kita terjebak di situasi dimana kita masih saling peduli dengan satu dan yang lain tapi tidak melakukan apa – apa untuk mengetahui yang satunya.

Apakah itu normal?

Ceritamu kepadaku tidak terlalu kumengerti. Ceritaku kepadamu tidak terlalu kau dengarkan.

Apakah itu normal?

Aku membayangkan jika aku berpisah denganmu tetapi yang keluar di kepalaku cuma fakta semua bayangan masa depanku ada dirimu. Aku tidak melakukan apa – apa denganmu. Kita tidak melakukan apa – apa bersama. Kamu cuma disana. Bersamaku. Di apapun yang kulakukan.

Apakah itu normal? Tidak yakin bahwa kamu masih jatuh cinta dengan seseorang tetapi cukup yakin bahwa hidup tidak akan sama tanpanya?

Advertisements

2 thoughts on “Normal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s