Tahun ini

“Tengak habis minummu.” perintah Diana.

Aku mengacuhkannya, memegang botol bir-ku yang masih setengah.

“Tengak!” Ancamnya, menarik dasiku, mukanya hanya berbeda satu gerakan ceroboh dariku.

“Kalau aku bilang tidak mau, kamu bisa apa?” tanyaku balik. Ia melepaskan genggamannya ke dasiku, menjulurkan lidahnya dan duduk  dengan kaki terbuka lebar. Roknya ikut. Tidak ada sejumput keanggunan.

“Tutup kakimu.” kataku.
“Kau bukan pacarku.” desisnya. Aku mengangkat bahu karena itu benar.
“Tengak habis minummu.”katanya lagi.
Aku mendesah, “Kenapa?”
“Karena tahun ini akan berakhir, dan kamu harus menengak minummu habis sebelum mengatakan kepadaku apa yang kau inginkan untuk tahun depan.”
“Tahun ini belum berakhir.”
“Cuma sisa sebulan.”
“Lebih.”
“Aku tidak peduli. Tengak habis.”
“Apa yang membuatmu berpikir aku akan menceritakan apa yang kumau setelah kuminum habis botol ini?”

Ia diam saja, tetapi pandangannya berkata ‘menurutmu?’ 

Aku tidak berkata apa – apa. Mendekatkan bibir botol itu dan mengecupnya, menelan seteguk. Ia melotot. Aku tidak memedulikannya.

“Kamu bahkan tidak tahu apa yang aku inginkan tahun ini, buat apa kamu mau tahu untuk tahun depan?”
“Supaya aku memiliki investasi untuk tahun depan.”
“Investasi?”
“Ya. Tengaklah habis, cepat.”
“Aku tidak mau ikut bisnis ataupun investasimu.”

Diana mendengus.

Aku menghela napas panjang.

Langit malam menghiasi kepala kita sementara bintang – bintang berserakan. Aku berharap 1 bakal jatuh tetapi kurasa tidak hari ini. Aku meneguk sedikit lagi. “Tahun ini tahun yang sulit.”

Diana menoleh kepadaku. Aku mengerling kepadanya, melanjutkan, “Aku tahu itu dari tahun lalu. Aku tahu bahwa tahun ini bakal menjadi tahun yang sulit jadi aku berharap tahun ini aku setidaknya bisa melaluinya.”

“Huh.”

“Yep.”

“Aku tidak peduli dengan apa keinginanmu tahun ini. Aku ingin tahu keinginanmu tahun depan.”

“Anggap saja jika tahun ini tahun yang sulit– tahun depan adalah tahun yang mustahil.”

“Dan keinginanmu?”

Aku meneguk sedikit lagi, tidak menjawab. Diana melompat dari tempat duduknya dan menarik dasiku lagi. Kali ini dia tidak mengerem mukanya dan ia menekan keras bibirnya ke mulutku.

Aku tidak membalasnya.

Ia mendorongku menjauh, “Kamu menjengkelkan.” Lalu ia membalikkan badan dan memanjat turun tangga dari atap. Meninggalkanku sendirian dengan botolku.

Aku tidak menengaknya habis.

Karena jika di tahun yang sulit ini aku bertemu dengan Diana, tahun depan adalah tahun yang mustahil karena aku bakal ingin memilikinya.

Dan tidak ada alkohol manapun di seluruh dunia yang bisa mengabulkan keinginan itu secepat apapun kutengak mereka.

Advertisements

One thought on “Tahun ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s