Review : We Need to Talk About Kevin

:Hei! Jadi kabar baik, semua tugas – tugasku sudah selesai dan dikumpulkan *woooo*

Jadi untuk selebrasi, hari ini aku akan membuat review tentang film yang seharusnya tidak cocok untuk selebrasi karena super berat dan hanya berisi hal – hal yang membuatmu mempertanyakan kehidupan.

Asoi.

Mari kita bahas ‘We Need to Talk About Kevin’

9a4199c6bc7154cdb77f170df124df6c

Data film :

Judul : We Need to Talk About Kevin
Sutradara : Lynne Ramsay
Tahun Keluar : 2011
Genre : Psychological Thriller Drama
IMDB Rating : 7.5/10

Trailer :

Diangkat dari buku yang ditulis oleh Lionel Shriver dengan judul yang sama, ‘We Need to Talk About Kevin’ adalah cerita mengenai seorang ibu yang kesulitan mencintai anaknya sendiri sejak hari pertama ia mengandungnya. Pertanyaan yang kurang lebih ada sepanjang film di benak seorang penonton adalah ‘Apakah seorang anak bakal menjadi seorang monster karena ibunya tidak mencintainya atau apakah ibunya tidak mencintainya karena ia seorang monster?’

Film ini memakai alur maju mundur yang bikin pusing– dan kamu benar – benar baru mengerti apa yang sebenarnya terjadi 10 menit sebelum film berakhir (aku serius). Kurang lebih kita melihat Kevin di 3 fase : waktu ia bayi dan ia selalu berteriak, tidak pernah berhenti menangis jika digendong ibunya tetapi langsung diam jika ayahnya yang menggendongnya. Lalu di fase ketika ia balita– sengaja ‘tidak bisa memakai toilet’ sehingga ia harus memakai pampers dan merusak ruangan favorit ibunya dengan cat. Lalu di fase ia sudah remaja– dimana ia dingin, kasar, aneh, jahat *masukkan kata sifat tidak baik lainnya di sini*.

tumblr_mymnphhw2k1t4k5m7o1_500

Di sepanjang film kamu tidak mungkin bisa menyukai Kevin. Tidak ada satupun adegan dimana Kevin baik kepada ibunya dan kita bisa melihat ini. Jadi di satu sisi kamu membencinya, tapi di sisi lain kamu ingat bahwa ibunya dari awal tidak ingin anak ini jadi kamu bertanya – tanya apakah ujung – ujungnya salah ibunya.

*bikin pusing kan?*

Film tahun 2011 ini menurutku bagus jika kamu perlu mengingat berapa besar ibumu sendiri mencintai kamu karena jika tidak kamu mungkin bisa berakhir seperti Kevin, tapi tidak jika kamu tipe yang suka akhir bahagia dan cerita yang enteng. Tipe yang akan membuatmu kesulitan tidur.

giphy
Reaksiku setelah selesai menonton film ini

Dari sisi aktor/aktris yang memainkan sebenarnya AMAZING. Tilda Swinton(juga dikenal sebagai Ice Queen di Narnia dan Sorcerer Supreme di Doctor Strange) memainkan ibunya Kevin, Eva. Dan sepanjang film kamu bisa melihat bagaimana dia capek dan frustrasi menghadapi anaknya sendiri. Ada sedikit ketakutan yang selalu terpancar di matanya dan kamu bisa merasakan ketidaknyamanan-nya tanpa ia perlu mengatakan apapun. Ezra Miller memainkan remaja Kevin dan sampai sekarang aku kesulitan mengerti bagaimana dia bisa berubah dari seorang psycho seperti Kevin menjadi seorang gay yang flamboyan dan percaya diri di The Perks of Being a Wallflower menjadi seorang pemalu yang berusaha mengecilkan dirinya sendiri dan tidak bisa membuat satu kalimat tanpa nyaris menangis sebagai Credence di Fantastic Beasts and Where to Find Them. 

Saranku jangan menonton film ini jika kamu belum menyiapkan mental.

Ratingku : 2.5/5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

%d bloggers like this: