Behind The Writing : Kontak

Hei semua!

Jadi aku menyadari bahwa post sebelum ini yaitu ‘Kontak’ tampaknya kembali ke fase ‘cerpen sedih/galau/astaga sok puitis’  lagi. Aku disini untuk setengah menjelaskan kenapa aku menulisnya dan apa yang menginspirasiku untuk membuatnya.

Aku menyarankan kalian untuk membaca cerpennya dulu sebelum membaca post ini!

Oke, mari kita bahas ‘Kontak’! Aku selalu suka ide seorang yang berduka dan rindu pasangannya hingga nyaris gila, ada sesuatu yang romantis di hal itu.

Kurasa aku pertama kali suka ide ini ketika aku SMP dan menemukan sebuah film pendek berjudul ‘To Claire; From Sonny’ di youtube. Entah kenapa video aslinya diturunkan oleh penciptanya, tetapi aku berhasil menemukan ini di vimeo.

Klik disini untuk menontonnya!

Aku waktu SMP jatuh cinta dengan sinematografi, lagu yang digunakan, acting canggung dan bahasa puitis dari seorang lelaki yang berduka di film itu. Hingga sekarang aku masih sangat suka dengan ide cerita macam begitu, apalagi ketika aku menemukan lagu ini dari band ‘Arctic Monkeys’. Lagu berjudul ‘Cornerstone’ ini sebenarnya sangat dalam artinya karena bisa diinterpretasi menjadi berbagai hal. Bisa jadi si gadis yang dimaksud itu memang tidak pernah ada, mungkin mereka cuma putus, mungkin dia sudah meninggal, mungkin si penyanyi menjadi gila, tidak ada jawaban yang benar dan tidak ada jawaban yang salah.

Aku selalu ingin membuat cerita dengan dasar semacam ini. Si pemeran utama yang frustrasi, gagal move on tingkat akut dan petunjuk – petunjuk bahwa mantan pacarnya itu tidak akan pernah kembali karena alasan yang lebih permanen.

Di sisi lain, aku ingin berkata jika kamu merasa bisa mengerti perasaan si pemeran utama di ‘Kontak’, sadarilah bahwa time heals all wounds alias ‘ya emang waktu bisa menyembuhkan segalanya tapi jika kamu terus menerus mikirin mantanmu, kamu nggak akan bisa bahagia dengan hidupmu sendiri’.

Kamu tidak bisa mengandalkan kebahagiaanmu dan menggantungkannya kepada seseorang. Kamu harus menemukan kedamaian dengan dirimu sendiri, cintailah dirimu sendiri supaya kamu bisa bahagia bahkan tanpa siapapun di sampingmu.

#sokbijak

Anyway, sekian alasan kenapa aku menulis ‘Kontak’! Nantikan post berikutnya!

 

Advertisements

3 thoughts on “Behind The Writing : Kontak

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

The Hunchback of Jinjang Selatan

Nothing but nunsense mostly

%d bloggers like this: