Memasuki Tahun Terakhir Remaja

Ada sesuatu yang harus aku katakan ke kalian, dan ini sesuatu yang kemarin tidak bisa kukatakan nyaris di semua sosial media—

Aku ulang tahun.

DUN DUN DUN

Sedikit aneh untuk mengatakan ini sekarang, tapi kemarin aku gagal mengpost foto apapun di instagramku untuk ‘merayakannya’ karena aku mulai berpikir hal – hal seperti ‘Ah nanti dikira minta hbd di comment’ atau  ‘Ah kita toh tiap detik bertambah tua’ dan sebagainya. Belum lagi kemarin aku harus terbang keluar Surabaya karena hari ini ada kelas. Lalu ketika akhirnya sampai, aku memutuskan makan nasi yang TIDAK ENAK SAMA SEKALI tapi bikin super kenyang. Bayangkan kamu nggak bisa makan apa – apa gara – gara makan sesuatu yang ga enak.

giphy
Tau gitu aku pesen yang lain aja kenapa

Ada beberapa hal lain tetapi intinya kemarin aku tidak bisa menemukan secuil pun motivasi untuk melakukan satu hal berguna dan aku baru kembali BANGKIT DARI LUBANG MENGASIHANI DIRI SENDIRI DAN KESEDIHAN TANPA JELAS HARI INI YEAH. Sekarang aku berada di kampusku, super kepagian dan duduk di ruang belajar. Di sebelahku ada 2 cewek pelajar dari Korea yang lagi telpon sama pacaran mereka. Aku tahu ini karena mereka pasang telponnya di speaker mode.

Selain itu aku sebenarnya membuka laptop untuk mulai mengerjakan tugas tapi aku malah mainan pinterest dan twitter dan begitulah…

Tidak banyak yang berubah meski aku setahun lebih tua, tampaknya. Aku masih terjebak di semacam nostalgia mencekam bahwa aku lulus SMA belum sampai setahun yang lalu dan aku sudah merasa masa – masa itu adalah jaman yang berbeda. Aku masih suka nonton youtube dan menghabiskan waktuku melakukan hal – hal random daripada memanfaatkannya untuk belajar dan mengerjakan tugas.

Di satu sisi aku merasa bertambah umur bukan berarti kita bertambah dewasa. Di sisi lain aku merasa jika kita bertambah umur, kita dituntut untuk menjadi lebih dewasa sehingga kita mulai membiasakan diri dengan semua kewajiban – kewajiban baru yang tiba – tiba muncul ini.

Anyway, aku harus mengakhiri post ini karena aku harus masuk kelas, tapi tinggalkan komen kalian jika kalian memiliki pemikiran sendiri tentang ulang tahun dan bertambah tua!

Advertisements

4 thoughts on “Memasuki Tahun Terakhir Remaja

Add yours

  1. Kamu ini akh, baru masuk kuliah udah merasa tua. Tua memang kepastian tapi tetap berjiwa muda adalah pilihan. Bertambah usia juga memang harus bertambah dewasa. Tapi gak perlu terlalu dipaksakan juga jadi dewasa. Semua akan indah pada waktunya. Rasa sakit, kegagalan, kecewa, patah hati akan mengajarkan seseorang menjadi matang dengan sendirinya. Nanti , akan tiba saatnya kamu meniup lilin ke 37 sepertiku. Tapi saat itu tiba tetaplah berjiwa muda dan tetap bahagia. Karena kehidupan ini terlalu singkat untuk diisi keluhan dan rutukan. Just be you and always be happy.

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

%d bloggers like this: