Lelah

Aku benar – benar lelah.

Mengusap mataku dengan tangan yang kasar.

Aku mendengarnya berteriak dari luar kamarku.

Begitu keras seperti ia di benakku sendiri.

Aku menarik napas. Tidak dalam.

Aku memejamkan mataku.

Dia masih berteriak.

Sesuatu tentang aku.

Sesuatu tentang dia.

Aku benar – benar lelah.

Aku tidak pernah selelah ini.

Aku menunduk, merasakan tiap tulangku bergerak.

Kakiku di ujung kursi.

Aku menarik napas lagi. Semakin pendek.

Ia berteriak lagi.

Sesuatu tentang melangkah.

Aku benar – benar lelah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s