Review : Assasin’s Creed

Hei semua!

Kembali lagi di review bersamaku.

Kali ini aku kembali dengan sesuatu yang, hopefully, tidak bakal membuatmu sesedih Koe no Katachi dan lebih pingin sok parkour.

giphy3

Wuhu! Assasin’s Creed, baby!

Data film :

Judul : Assasin’s Creed
Sutradara : Justin Kurzel
Tahun Keluar : 2016
Genre : Fantasy/Science-Fiction/Action/Ga atek mikir
IMDB rating: 6.1/10
Trailer:

Bagi kalian yang tidak tahu, Assassin’s Creed adalah series game yang sangat sukses dari perusahaan Ubisoft, dan ceritanya super detail dan banyak sub-plot dari cerita awalnya.

Jangan salah, film ini tidak memiliki karakter yang sama dengan di game. Yang sama hanyalah organisasinya dan plot game secara keseluruhan.

482-film-page-large

Bagi orang yang tidak pernah main gamenya, jangan kuatir, mungkin kamu akan sedikit bingung, tapi filmnya masih menjelaskan organisasi mana yang melakukan apa, alatnya memiliki fungsi apa dan alur maju-mundurnya masih cukup jelas.

Plot film ini sebenarnya luar biasa simpel, seperti kebanyakan film action. Ada organisasi Templar dan Assassins. Templar memiliki keinginan untuk mengambil sebuah benda bernama ‘Apple of Eden’ yang bisa mengambil kehendak bebas manusia dengan harapan manusia akan teratur dan damai. Aneh? Lumayan. Untungnya kita memiliki Assassins,yang berusaha membunuh semua Templar untuk melindungi benda ini.

Bertahun – tahun lewat dan seorang lelaki bernama Callum Lynch (Michael Fassbender), dihukum mati karena membunuh seorang mucikari di tahun 2016. Bukannya meninggal, dia bangun di sebuah tempat yang dijalani oleh seorang Templar bernama Sofia Rikkin (Marion Cotillard) dimana dia diberitahu bahwa dia adalah keturunan dari seorang Assassin bernama Aguilar. Aguilar yang hidup di tahun 1942 adalah orang terakhir yang diketahui untuk menjaga ‘Apple of Eden’. DNA dan ingatan genetika Callum-lah yang diperlukan untuk ‘mengingat’ apa yang terjadi dan dimana benda itu sekarang.

Rumit?

Lumayan.

uf9mjjo3qiaijysxc4il_confused20christian20bale
“Aguilar itu siapa? Assassin? Templar? Tempe?”

Jangan khawatir, ini tipe film yang lebih enak dinikmati tanpa terlalu dipikir. Apalagi dengan fakta bahwa kebanyakan stunt yang dilakukan tidak memakai CGI. Wuu!

Aku menonton ini, jujur saja, hanya karena aku bosan dan mau nonton film dengan fight scenes yang banyak. Jika kamu memerlukan film macam itu, selamat! Assassin’s Creed adalah film yang cocok untukmu!

Ratingku 2/5. Tidak benar – benar jelek sebenarnya, tapi bukan yang bakal kutonton lagi dan juga bukan tipe filmku sebenarnya. Seperti yang kukatakan, film yang enak ditonton tanpa terlalu banyak dipikir.

Sampai jumpa di post berikutnya! Peace out!

Advertisements

2 thoughts on “Review : Assasin’s Creed

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Si Baka Punya Cerita

Temukan Info Baka di Sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

%d bloggers like this: