Tengah Malam

Tengah malam adalah konsep yang aneh.

Ketika kecil aku bakal merasa aku menguasai dunia ketika aku masih bangun setelah tengah malam. Tahun baru adalah waktu yang luar biasa bagiku.

Tambah lama rasa itu hilang, tergantikan dengan tugas – tugas dan kantong mata gelap. Aku akan melihat jam di layar monitor dan mengerang Sudah tengah malam? Tapi aku bahkan belum mulai bagian ini..

Lalu perasaan itu hilang lagi. Dan digantikan dengan aku tersenyum meskipun kamu tidak bisa melihatku. Karena kamu baru saja mengetik Baru tengah malam, kok. Kamu tidak tahu apa rasanya jawaban itu untuk sebuah pertanyaan ‘Kamu nggak tidur?’ Permainan bodoh di antara kita untuk diam – diam mengaku bahwa kita tidak mau berhenti berbicara.

Tapi perasaan itu hilang lagi.

Dan digantikan dengan aku di atas tempat tidur. Lampu menyala. Mendengarkan bunyi jam. Bertanya – tanya apakah kamu akan menyerah duluan. Bertanya – tanya apakah berjam-jam telepon sebelumnya tadi seharusnya kuhindari. Bertanya – tanya kenapa kamu tidak melompat ke mobilmu dan pergi ke aku sekarang. Bertanya – tanya apakah aku bisa menjalani keesokan hari dengan normal tanpa 8 jam tidur.

Jawabannya tidak.

Tengah malam belakangan ini, aku sudah di bawah selimut. Berusaha tidur dengan bantal yang sedikit basah dan tidak ada kabar darimu.

Advertisements

4 thoughts on “Tengah Malam

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

The Hunchback of Jinjang Selatan

Nothing but nunsense mostly

%d bloggers like this: