Malamku dengan Teater!

Aku tidak terlalu punya banyak teman, tapi aku setidaknya punya 2 yang mungkin pernah jatuh waktu kecil karena mau menemaniku di apapun cuaca dan situasinya: Christine dan Vero.

teater2
Poster resmi dari acaranya

Mereka berdua SUPER artistik, jadi tidak heran bahwa mereka berdua memilih 1 ekstrakurikuler yang sama di universitas mereka yaitu Teater. Lebih tepatnya Teater Rumpun Padi di Universitas Kristen Petra. (ini instagram UKM itu!)

Jadi ketika kedua temanku ini menggeret menawarkanku untuk datang ke acara teater mereka tanggal 21 April lalu, aku meng-iyakan supaya sekali – sekali aku malam Sabtu yang sedikit ada bau edukasinya lah.

Rasanya benar – benar seperti aku masuk ke dunia yang isinya semua orang artistik, aku tidak pernah melihat begitu banyak orang yang suka dan sengaja menenggelamkan diri ke seni seperti di acara ini.

Pengalamanku dengan membaca puisi adalah di kelas, sebagai tugas penilaian Bahasa Indonesia, dengan seisi kelas memerhatikan jemari mereka dan bukan pembacaannya. Jadi bisa dibayangkan ketika seseorang selesai membaca puisi dan seisi ruangan malah tepuk tangan dan bahkan teriak “WUASEK!” aku kayak :

“Komunitas yang menarik.”

Secara keseluruhan dari awal hingga akhir, aku merasa seperti ini sesuatu yang masih ‘rumahan’ dalam arti low budget, sederhana dan dengan komunitas kecil yang dekat satu dengan yang lain, tapi masih menyampaikan sebuah pertunjukan yang humoris dan sindiran menyentil mengenai cara kerja dunia dan masyarakat sekarang yang semakin korup. Sebuah performa yang memiliki karisma dan daya tarik khusus sendiri.

IMG20170421200654
Set Up dari monolog oleh Abah Thohir yang sayangnya blur di foto ini *aku bukan fotografer, gaes, ampun*

Ada 2 naskah yaitu ‘Kota Tak Berhenti Bernyanyi’ oleh Ramatyan Sarjono dan ‘Menanti Tanggal Dua-puluh Enam’ oleh Marsetio Hariadi. Keduanya memiliki topik yang berbeda dengan karakter – karakter yang berbeda, tetapi memiliki tema yang sama yaitu ‘Perempuan Ibu Generasi’, topik yang tepat mengingat tanggal pentasnya Hari Kartini.

IMG20170421203358

Sesuatu yang menarik bagiku adalah bagaimana semua wanita di kedua naskah memiliki karakter yang berbeda sama sekali dan menunjukkan betapa penting peran wanita di kehidupan sekarang. Dari seorang anak SD yang polos dan mengerjakan PR di ruang keluarga, seorang istri terbutakan oleh amarah karena suaminya yang meninggalkannya, seorang pedagang warung judes, seorang nenek tua yang keras hingga PSK yang memilih kehidupan itu demi uang, semua karakter memiliki cara pikir, alasan hidup dan pilihan yang positif dan negatif yang realistis. Kehidupan tidak pernah hitam-putih, coy!

IMG20170421203954
Aku tidak bisa mendapatkan angle yang tepat, sialan.
IMG20170421211428
Naskah ‘Menanti Tanggal Dua Puluh Enam’ memiliki set up di rumah yang mau dibeli oleh perusahaan.
IMG20170421212555
*yak telat sedetik dari foto yang bagus dari semua cast*

All in all, aku benar – benar menyukai pertunjukannya dan sangat bahagia bahwa yang menonton jumlahnya cukup banyak, bahkan melebihi tikar yang digelar. Tepuk tangan yang gemuruh setelah pertunjukkan selesai benar – benar berhak diterima oleh semua pemeran, sutradara, penulis naskah dan semua yang membantu merealisasikan pertunjukan teater ini!

eucifyy
Lanjutkan

Sekian dari post kali ini, byee! #SALAMBUDAYA!

teater
Jika kalian bertanya – tanya naskah mana yang Christine dan Vero mainkan
IMG20170421204913
*cuma bisa ngambil 1 foto waktu mereka berinteraksi karena pengen fokus dengerin mereka ngomong*
Advertisements

2 thoughts on “Malamku dengan Teater!

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

The Hunchback of Jinjang Selatan

Nothing but nunsense mostly

%d bloggers like this: