Tentang Politik dan Progress dan Semacamnya

Aku barusan menonton video bahwa Ahok dipenjara dan memutuskan, you know what, saatnya menulis opiniku tentang politik.

Salah satu hal yang sebenarnya kuhindari adalah politik karena tidak peduli siapa kamu— kamu pasti salah. Dan politik itu super memakan energi untuk dibicarakan, ditonton, diikuti, dan di-apapun kan. Jadi meskipun aku terkesan lebih bodoh dari yang lain tentang politik karena tidak terlalu mengikuti secara detail, setidaknya aku bisa tidur lebih tenang tanpa memikirkan kenapa orang – orang suka korupsi atau hukum – hukum yang tidak masuk akal.

Di satu sisi, aku benar – benar merasa dunia sedang mengalami progress yang hebat karena generasi yang baru.

Di berbagai belahan dunia komunitas LGBTQ+, misalnya, semakin diterima dan semakin banyak hukum dibuat untuk melindungi hak asasi mereka sebagai manusia. Masih banyak yang kita harus pelajari dan kerjakan untuk benar – benar mencapai dunia yang tidak peduli apa yang ada di dalam celanamu dan siapa yang kau cium waktu malam, tapi kita mulai membaik.

Para wanita di seluruh dunia semakin keras memperjuangkan dan mengajari anak – anak mereka bahwa ‘wanita itu lemah’ hanyalah sebuah mitos bodoh. Wanita dari dulu kuat, dan sudah selayaknya para wanita menerima perlakuan yang sama dengan seorang lelaki. Kita masih memerlukan banyak waktu untuk benar – benar mencapai dunia dimana ekualitas antara pria dan wanita terjamin, tapi sekarang anak – anak yang diajari itu mulai dewasa dan memiliki anak – anak lagi.

Orang – orang dengan ras minoritas mulai mendapatkan perhatian yang mereka berhak terima. Semakin banyak orang menyadari pentingnya edukasi. Aku merasa ini sebuah progress bahwa dunia telah setidaknya menyadari adanya masalah – masalah baru dan muncul sejumlah orang yang melawan masalah – masalah ini.

Di sisi lain.. hal ini membuatku depresi ketika melihat sesuatu yang mengembalikanku ke fakta bahwa dunia masih memerlukan BANYAK waktu untuk benar – benar waras, apalagi di Indonesia.

Bagiku, Indonesia adalah suatu negara yang mungkin bakal benar – benar membaik jika kita mengurung diri kita sendiri, dan terpaksa mulai membangun fondasi negara yang independen sendiri.

Jika kita mengurung diri mungkin negara – negara lain bakal mulai mendobrak pintu untuk dibiarkan masuk untuk berlibur dan mengambil SDA dan entah apa lagi

Kita harus memproduksi makanan sendiri, kita tidak memerlukan begitu banyak kelapa sawit dan mulai menanam kembali tanaman untuk mencegah semua rumah terbakar, kita mulai membersihkan kali – kali karena kita perlu air bersih, kita mulai mengedukasi satu dengan yang lain karena kita perlu semakin banyak orang untuk mengatur negara dengan benar, dan semacamnya.

Sayangnya tidak mungkin kita mengurung diri, dan sekarang kita terserang informasi dari berbagai arah dan hal – hal seperti globalisasi menggerus kebudayaan kita dan membuat jurang antar masyarakat.

Salah satu jurang yang menurutku paling dashyat adalah agama dan ras di Indonesia yang seharusnya Bhinneka Tunggal Ika.

Aku pernah nge-chat sama orang dari Latvia (yang merupakan tetangga dari Rusia) dan dia berkata ‘Wah Indonesia pasti merupakan negara yang hebat karena begitu bermacam – macam rakyatnya‘ dan aku harus menggunakan segenap kekuatan yang ada untuk tidak mengetik balik ‘haha maksud lo?

Ada banyak orang dari berbagai agama dan ras di Indonesia. Dan entah bagaimana, sekarang kita terjebak di situasi yang membuat kita saling curiga satu dengan yang lain jika kita tidak sama, bahkan jika kita memiliki kewarganegaraan yang sama dan tinggal di negara yang sama.

Aku tidak bakal membahas agama mana melakukan apa atau ras ini melakukan itu atau semacamnya. Karena tebak apa? Semua itu tidak penting.

Bagiku, tidak peduli kamu agama atau ras apa adalah :

jika itu tidak sesuai dengan AGAMAKU atau BUDAYAKU atau PRINSIPKU SENDIRI, AKU tidak akan/tidak boleh melakukannya. 

Dan itu tidak apa – apa!

Agamamu mengharuskanmu puasa 12 jam?
Aku salut kamu bisa melakukannya.
Agamamu memintamu tidak makan sapi jadi kamu gak bakal nge-vote bakso buat makan pas retret kelas?
Oke, tidak masalah, mau risoles ayam saja?
Kebudayaanmu mengharuskanmu tidak boleh datang ke pesta pernikahan dalam waktu dekat setelah keluargamu meninggal?
Turut berduka, sayang kamu tidak bisa ikut!
Kebudayaanmu memintamu pergi ke suatu daerah khusus tiap tanggal tertentu?
Selamat bersenang – senang #janganlupaoleholeh

Yang mulai menyerempet ke pemaksaan dan menurutku sangat salah adalah jika kamu copas kalimat itu dan mengganti hanya 1 kata.

jika itu tidak sesuai dengan AGAMAKU atau BUDAYAKU atau PRINSIPKU SENDIRI, KAMU tidak akan/tidak boleh melakukannya. 

Itu tidak benar bagiku.

Dan menurutku jika semua orang memiliki kesadaran akan hal ini, politik tidak akan kuhindari sekeras biasanya.

Advertisements

One thought on “Tentang Politik dan Progress dan Semacamnya

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Si Baka Punya Cerita

Temukan Info Baka di Sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

%d bloggers like this: