Kita

“Jika kamu benar – benar mencintaiku kamu tidak akan melepasku.”

Aku memandanginya. Menyentuh lehernya. Ia menepis tanganku.

“Apa?” tanyanya, marah, air mata panas keluar dengan seluruh mukanya yang membuat hatiku remuk.

Aku memandanginya, “Aku tidak mau kehilangan dirimu.” jawabku.

Dan aku menangis dan ia juga dan ia berkata, “Kamu tidak bisa mengatakan itu, sialan! Kamu tidak bisa! Kamu tidak bisa—”

“Aku tahu,”

“Kamu tidak BISA mengatakan kamu menginginkan kita ketika kita tidak ada! Kamu–”

“Aku tahu.”

“Kamu tidak bisa memegangku, melakukan semua yang kau lakukan kepadaku lalu tidak memandangku hanya dalam hitungan detik–”

“Aku tahu.”

“JIKA KAMU TAHU, MULAI BERSIKAP SEPERTI ITU, BRENGSEK!” teriaknya, menarik kerah bajuku dan mengguncangnya.

Aku menunduk, menghindari tatapan matanya.

” Kenapa kita tidak ada?” tanyaku pelan.

“Karena kamu dan aku, kita tidak seharusnya bersama. Karena tidak alami jika kita bersama.”

“Apakah cinta itu tidak alami?”

“Tidak bagi mereka, dan kamu tahu itu.”

Aku mengelus rambutnya, pendek, tanganku mencapai belakang lehernya. Aku memandangi matanya yang basah dan mukanya yang jelek karena menangis. Ia membenamkan mukanya ke bajuku. Aku merasakan jakunnya bergetar di dadaku sementara aku berusaha membuat punyaku diam. Satu orang menangis di situasi ini sudah terlalu klise.

“Aku tidak bisa denganmu.” gumamnya, “Tidak jika itu berarti kita bisa seperti ini dan harus berpura – pura kita tidak ada apa – apa hanya ketika orang lain bisa melihat kita. Aku tidak bisa berpura – pura dan aku tidak bisa tidak peduli. Jadi lebih baik aku tidak sama sekali.”

Dan aku mengerti, dan tidak, dan aku hanya ingin bersamanya, dan itu tidak bisa, karena kita tidak ada.

Tapi setidaknya sekarang, di detik ini, kita ada. Dan mungkin itu tidak apa – apa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

%d bloggers like this: