Sendirian(?)

Aku mengusap mata. Tanganku yang satunya melayang ke samping.

Kamu tidak ada.

Aku berhenti. Membuka sebelah mataku.

Masih tidak ada.

Aku menggunakan satu tangan untuk menumpu badanku, mencarimu di ruangan.

Tidak ada.

Aku menjatuhkan diri ke kasur lagi.

Berusaha mendengarkan suara air di kamar mandi.

Tidak ada.

Berusaha mendengar klontang pelan dari gelas karena kamu membuat teh.

Atau bunyi pelan TV.

Atau pintu yang ditutup.

Atau apapun.

Tapi tidak ada.

Aku mendudukkan diriku, menarik – narik belenggu dan rantai yang melingkari kakiku, panik, ceroboh, mengais – ngais dan mencakarnya, apapun agar mereka bisa lepas.

Lalu kamu berdeham. Aku mendongak. Senyummu mengembang dengan air mataku menetes.

Advertisements

4 thoughts on “Sendirian(?)

Add yours

      1. Dia waktu bangun cari orangnya karena kalau orangnya ga ada dia bisa coba melarikan diri πŸ˜€ Sebenernya orang yang dicari itu terserah sih bayangannya mau gimana. Mungkin pembunuh, mungkin stalker psycho, mungkin keluarga sendiri.. terserah imajinasi pembaca haha

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

The Hunchback of Jinjang Selatan

Nothing but nunsense mostly

%d bloggers like this: