Sendirian(?)

Aku mengusap mata. Tanganku yang satunya melayang ke samping.

Kamu tidak ada.

Aku berhenti. Membuka sebelah mataku.

Masih tidak ada.

Aku menggunakan satu tangan untuk menumpu badanku, mencarimu di ruangan.

Tidak ada.

Aku menjatuhkan diri ke kasur lagi.

Berusaha mendengarkan suara air di kamar mandi.

Tidak ada.

Berusaha mendengar klontang pelan dari gelas karena kamu membuat teh.

Atau bunyi pelan TV.

Atau pintu yang ditutup.

Atau apapun.

Tapi tidak ada.

Aku mendudukkan diriku, menarik – narik belenggu dan rantai yang melingkari kakiku, panik, ceroboh, mengais – ngais dan mencakarnya, apapun agar mereka bisa lepas.

Lalu kamu berdeham. Aku mendongak. Senyummu mengembang dengan air mataku menetes.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s