Tanamannya Mamaku

Tanamannya mamaku mati.

“Ma, tanamannya diapain sih?” teriakku dari taman depan, tangan terlalu sibuk menggaruk dan mengebas – ngebaskan nyamuk yang menempel di betisku. Mataku tertuju ke pot bunga di depanku, sebuah tanaman yang dulunya hijau dan sehat ketika pertama kali mamaku bawa pulang dari pasar bunga sekarang terlihat kuning dan layu. Bahkan tanahnya terlihat kering, berkerak dan keras.

 “MA!” teriakku lebih keras. Mengalihkan pandanganku dari tanaman itu ke rumah di belakangku, lupa bahwa tidak masuk akal tanahnya kering separah itu, tadi pagi barusan hujan. Jempol kakiku bahkan masih tertanam di tanah yang becek.

Aku menoleh ke tanaman itu lagi, melihat untuk sekilas lidah – lidah bergigi tajam yang menjulur ke arah lenganku.

Tanamannya mamaku ternyata masih hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

%d bloggers like this: