Review : Kubo and the Two Strings

Hai semua!

Jadi berhubung aku sebentar lagi masuk kuliah, ada sesuatu yang barusan kulakukan : movie marathon! Salah satu film yang sudah pingin kutonton sejak pertama keluar trailer-nya adalah Kubo and the Two Strings, dan AKHIRNYA aku berhasil menontonnya.

Jadi kukira masuk akal untukku membuat review tentangnya :

Data film :

Judul : Kubo and the Two Strings
Sutradara : Travis Knight (semua film yang juga diproduksi Laika)
Tahun Keluar : 2016
Genre : Fantasy/Action/Animation/Family
IMDB Rating : 7.9/10
Trailer :

Kubo and the Two Strings adalah film terbaru dari sebuah studio super spesial bernama Laika. Laika adalah studio animasi yang memproduksi film – film dengan stop-motion animation dan ini berarti semua karakter yang kamu bisa lihat di film ini adalah sebuah puppet. Dan tiap frame adalah boneka karakter itu, digerakkan, sedikit demi sedikit lalu difoto.

Yap.

Ada satu adegan di film ini yang membutuhkan puppet setinggi 16 kaki, dan itu membutuhkan 1 tahun untuk di-film. Dan adegan itu hanya 49.2 detik. Aku sempat mau menjadikannya cuma 49 tapi aku sadar bahwa untuk animator – animator ini, 0.2 detik itu bisa jadi beberapa jam kerja ;_;

Nggak kebayang ;_;

Jika kamu tertarik tentang cara kerja stop-motion dan sebuah behind the scene dari studionya Laika, tontonlah video ini karena jujur saja, aku tidak bisa menjelaskan bagaimana hebatnya orang – orang ini bekerja. Inilah alasan aku tidak masuk sekolah seni.

Anyway, Laika memproduksi film – film keren lainnya seperti Coraline (diangkat dari novel karya Neil Gaiman dengan nama yang sama), ParaNorman, dan Box Trolls. Di film mereka yang kali ini, Kubo adalah seorang anak yang diburu oleh kakek dan bibi-bibinya sendiri. Satu – satunya cara baginya untuk bisa tetap hidup dan melawan mereka adalah dengan mengumpulkan 3 benda ajaib, ditemani dengan seekor monyet judes dan serangga raksasa yang terkutuk.

Kubo and the Two Strings merupakan sebuah petualangan yang tidak hanya enak dipandang dan penuh dengan soundtrack yang amazing, tapi juga memiliki karakter – karakter unik dan sebuah cerita berbobot yang menyentuh topik – topik seperti kematian, saling memaafkan, dan bahwa keluargamu sendiri bisa jadi orang jahat, tapi tetap cukup ringan untuk menjadi sebuah film yang bisa ditonton anak – anak.

Plus mereka memerhatikan super banyak detail untuk budaya Jepang yang merupakan tema besar dari film ini, seperti pemilihan musuh, legenda – legendanya, hingga style yang sangat mirip origami Jepang.

Rekomendasi : Jika kamu suka Kubo and the Two Strings dengan animasi bagus, gaya yang artistik dan jalan cerita petualangan dengan seorang samurai, kamu seharusnya suka Samurai Jack! Kamu bisa menonton Samurai Jack dari episode pertama sampe season 5 yang tahun ini barusan dimulai lagi, di sini!

Ratingku? 4/5, TONTONLAH FILM INI, buset dah. Mereka nggak menang oscar tahu nggak, ;_;

Advertisements

4 thoughts on “Review : Kubo and the Two Strings

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Hilda Punya Cerita

Temukan ceritamu di sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

The Hunchback of Jinjang Selatan

Nothing but nunsense mostly

%d bloggers like this: