Pacar

Aku merindukan pacarku.

Ia menggandengku. Tersenyum manis. Matanya jernih, soft lens bewarna biru, terbuka lebar sementara ia menceritakan tentang harinya ke aku.

Aku berusaha tersenyum, tapi Tuhan, aku merindukan pacarku.

Ia menahan lenganku.
Menarikku ke sebuah restoran yang kebetulan berada di sebelah kita.
Aku mengiyakan, berusaha makan pastaku tanpa nafsu sementara ia memakan salad dengan senyum lebar.
Aku berusaha tidak memerhatikan betapa sedikit makanan yang ia pesan belakangan.
Ia dulu memesan begitu banyak.

Ia memanggilku, aku mengangkat mukaku.

Melihat lagi mata birunya.

Aku berusaha tersenyum tapi pacarku sudah operasi mata 3 bulan yang lalu.

Ia tidak memerlukan soft lens lagi.

Ia tersenyum lebar, pisau di tangan.

Advertisements

3 thoughts on “Pacar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s