Review : Silence

Kamu tahu saat – saat di mana kamu cuma pingin nonton film berat? Itulah yang aku rasakan ketika aku memutuskan untuk menonton Silence.

Dan dalam kesunyian malam, aku akan menulis reviewnya juga.

#bah

Data Film :

Judul : Silence
Sutradara : Martin Scorsese (Shutter Island, Hugo, The Wolf of Wall Street)
Tahun Keluar : 2016
Genre : Historical/Drama
IMDB Rating : 7.3/10
Trailer :

Film yang diambil dari buku dengan judul yang sama oleh Shusaku Endo (yang keluar pada tahun 1966!) ini dibintangi beberapa nama terkenal dan dengan topik yang sangat kontroversial : agama.

2 orang romo misionaris Portugal, Garupe (Adam Driver) dan Rodrigues (Andrew Garfield) memutuskan untuk pergi ke Jepang di saat yang paling berbahaya untuk seorang Kristen untuk menyebarkan agama dan mencari mentor mereka, Ferreira (Liam Neeson). Jepang di abad ke-17 melewati suatu masa yang dikenal sebagai Kakure Kirishitan (Kristen Tersembunyi, dan Kristen di sini dalam arti Kristen Katolik bukan Kristen Protestan. Zaman itu Kristen maksudnya Katolik.), dimana semua umat Kristen harus sembunyi – sembunyi untuk berdoa dan beragama karena satu – satunya agama yang dianggap sah di Jepang adalah Buddha. Tentu saja, orang – orang yang ketahuan beragama Kristen disiksa dan dibunuh jika tidak mau menyangkal agamanya.

Film ini mengeksplorasi keindahan dari orang – orang yang beriman dan merindukan kedekatan dengan Tuhan, dan kekejaman, ketakutan dan keragu – raguan untuk hal yang sama. Apakah kamu lebih memilih nyawamu dan seisi desamu atau Tuhanmu? Apakah kamu lebih memilih menghina sesuatu yang kamu percaya atau diam – diam mengajukan temanmu untuk dibunuh sebelum kamu?

Di jaman sekarang jumlah orang yang memiliki pemikiran begitu dangkal bahwa ‘Tuhanmu salah dan Tuhanku benar‘, sayangnya masih banyak. Tapi untungnya kebanyakan orang dan negara sudah melewati fase ‘jadi kamu harus mati karena Tuhanmu salah‘. Film ini dengan sinematografi, acting, pelaksanaan dan musik yang luar biasa, menunjukkan bahwa meskipun fase itu tidak nyaman untuk dibicarakan, harus diingat bahwa pernah terjadi untuk tidak terulang lagi.

Aku berharap dunia kita tidak melakukan hal sebodoh dan barbarik macam ini lagi :/

Film ini sudah direncanakan selama 25 tahun dan produksi selalu ditunda dan ditunda oleh Martin Scorsese, bahkan hingga Cecchi Gori Pictures menuntutnya di pengadilan karena dianggap melanggar kontraknya dengan selalu berkata ‘FILM BERIKUTNYA BAKAL SILENCE KOK’. Silence disupervisi oleh seorang Romo misionaris bernama James Martin, untuk memastikan film ini memiliki feel yang tepat.

Aku rasa jika kamu seorang Katolik, kamu bakal mengerti semua istilah, simbolisme, ayat dan semua hal berhubungan dengan ajaran Katolik yang dipakai di film ini, sehingga efeknya bakal sangat terasa. Mungkin itulah alasan film ini ditayangkan dulu untuk 400 romo misionaris di Roma dan kenapa film ini pertama premiere di Vatikan sendiri. Meskipun begitu, bahkan jika kamu memeluk agama lain atau bahkan tidak memeluk agama apapun, kamu bakal bisa mengapresiasi film ini karena banyak yang bisa kita pelajari dari sejarah dan cara pikir karakter – karakternya serta pro dan kontra untuk berpegang teguh dengan agama dan imanmu atau menelantarkan semuanya demi menyelamatkan orang lain.

Hal – hal seperti Sakramen Ekaristi dan Sakramen Pertobatan merupakan salah satu adegan paling prominen di film ini, sesuatu yang sangat familier bagi orang Katolik.

Tapi, seperti biasa, dengan topik yang begitu berat dan beberapa adegan kekerasan yang lumayan bikin shock, baik agama apapun kamu, film ini tidak untuk semua orang.

Personally, aku merasa film ini merupakan sebuah cerita penting dan tidak bisa dipanggil film bagus/jelek, tapi lebih ke arah sebuah pengalaman untuk ikut serta dan masuk ke dunia yang keras dan dingin dan masih cukup gila untuk berharap. Jadi aku tidak bisa menyarankan kamu untuk menontonnya atau tidak, itu pilihanmu.

Dan jika kamu memilih iya, dan mengalami film ini, mungkin kamu akan diam selama beberapa saat sepertiku sebelum kamu akan melewati hidupmu seperti biasa lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s