Lelaki di Bis

Dia sebis denganku lagi.

Matanya yang sendu, terpejam dengan damai. Aku melihatnya dari pantulan jendelaku. Aku beruntung ini malam. Aku bisa melihatnya sepuasku dan tidak akan ada orang yang tahu, mereka mungkin mengira aku melihat pemandangan dari jalanan padat yang membosankan.

Rambutnya lebih lebat dari yang kuingat. Kapan terakhir aku melihatnya? Ia harus memotong rambutnya. Aku tidak ingat kapan kita sebis terakhir kali.

Aku selalu naik yang sama. Dan dia, dia tampaknya tidak punya rutin.

Mungkin temanku benar, aku mungkin suka dia.

Apa lagi alasan untuk memerhatikan seseorang yang tidak kamu kenal? Seseorang yang kebetulan beberapa kali sebis denganmu? Mungkin dia memiliki rute yang berbeda denganku. Tapi tiap kali aku melihatnya, ia selalu naik dari halte yang berbeda, turun di yang berbeda dari yang terakhir.

Kadang aku bertanya – tanya dimana dia tinggal. Kemana dia pergi. Kenapa dia tampaknya mencari sesuatu tapi juga tidak benar – benar mencari.

Bisnya mengerem mendadak. Aku memegang kursiku dengan cepat, berhasil tidak jatuh. Dari pantulan kaca aku melihatnya terbangun, nyaris kehilangan keseimbangan.

Ia menoleh ke sekeliling, mengusap mukanya. Mengecek jam tangannya. Mengecek HP. Melorot di kursinya sedikit. Ia menoleh ke sekeliling lagi, matanya melihatku tapi hanya sepersekian detik.

Dia juga tidak menyadariku memandanginya dari pantulan kaca.

Layar HPnya menyala, dia mengeceknya. Mengetik sesuatu kembali. Menghela napas  panjang. Mengecek jam. Aku mengecek jamku. 21.30.

Bisnya berhenti. Dia berdiri, berjalan ke pintu dan keluar.

Tiap kali aku melihatnya keluar dari bis, aku selalu bertanya – tanya apakah aku akan melihatnya lagi. Mungkin ini kali terakhirku. Mungkin dia akan mengganti rutenya habis ini. Mungkin aku bodoh untuk terlalu memikirkan seseorang yang tidak kukenal.

Mungkin ada orang bodoh lain yang diam – diam memandangiku dan memiliki pertanyaan – pertanyaan ini ketika aku di bis juga.

Mungkin dia juga seorang bodoh yang diam – diam melakukan sesuatu yang bodoh dan tidak akan bisa kumengerti.

Aku berdiri dan keluar dari bis di halte berikutnya. Kepala penuh dengan pertanyaan – pertanyaan tentang si lelaki di bis. Aku berharap aku akan segera melihatnya lagi.


Sebuah sekuel dari Gadis di Bis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Si Baka Punya Cerita

Temukan Info Baka di Sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

%d bloggers like this: