Handphone Stalker pt.9 (Epilog)

“Pa!” teriak Katsu dari dapur. “Apa?!” seru ayahnya dari ruang keluarga.

“Apakah papa mau dua risoles atau satu?!”

“Dua!” teriak ayahnya, Katsu menjatuhkan satu risoles lagi ke piring dan membawanya ke ayahnya yang sudah duduk dengan nyaman di kursi malasnya di depan TV.

“Kamu nggak mau ikut nonton?” tanya ayahnya dengan semangat, sudah mencomot setengah dari salah satu risolesnya.

“Yeah, sebentar,” balas Katsu, menaiki tangga kembali ke kamarnya, nyaris menabrak pohon natal di ujung ruang keluarga ketika melakukannya.

Dia menjatuhkan diri ke  atas tempat tidurnya, tidur terlentang dan memandangi langit – langit. Dia menarik HPnya mendekat, dan mulai mengetik.

Hei. 

Ini aku. Katsu, jika kamu sudah mendelete nomorku atau semacamnya. 

Aku cuma mau berkata aku minta maaf tentang apa yang kulakukan, dan kamu benar, untuk semuanya. Aku tidak seharusnya melakukan apa yang kulakukan, dan aku seorang bajingan karena membuka HPmu lagi. 

Kamu juga benar tentang aku dan ego bodohku. Aku kerja di toko sekarang. Kurasa aku hanya tidak suka fakta bahwa aku akhirnya melakukan sesuatu yang ayahku selalu berkata aku akan lakukan. Tapi setelah aku menurunkan pikiran itu ternyata tokonya tidak separah itu. Masih tidak suka sempitnya, tapi kita berencana untuk merenovasinya sebentar lagi. Aku lumayan excited.

Aku harap kamu tidak menganggapku aneh karena mengetik ini. 

Well, ok, sekarang terdengar aneh, tapi aku hanya ingin berkata meskipun aku tidak akan pernah benar – benar mengenalmu, aku senang kita pernah bertemu. Dan aku mau berterima kasih, kurasa. 

Juga aku masih ingat bahwa kamu kemungkinan besar tidak pulang ke rumah di natal ini karena dramamu dengan Gabriel. He sucks though, so maybe it’s for the better? 

Aku nggak tahu apakah kamu akhirnya jadian sama cowok itu (lupa namanya tapi hei itu berarti aku tidak se-creepy itu, kan), atau apakah kamu punya orang lain di hidupmu sekarang.

Aku berharap kamu masih merayakan natal dengan orang – orang yang kamu sayangi dan yang benar – benar mengenalmu. 

Merry Christmas Lucia. 

P.S jangan ragu – ragu untuk datang ke toko jika kamu mau.

Katsu tersenyum dan menghela napas lega. Terasa enak untuk mengeluarkan semuanya seperti itu. Ia menekan tombol back dan–

SHIT

SHIT!!

download (1)

SHITTTTTTT

Katsu melempar HPnya ke samping, membalikkan badannya dan berteriak ke dalam bantalnya. Habislah riwayatnya. Dunia benar – benar membencinya. Seharusnya dia bersumpah untuk tidak pernah memegang HP lagi, bukan cuma tidak pernah mengangkat HP di jalan.

Katsu mengangkat mukanya, melihat HPnya, lalu menurunkan mukanya ke bantal dan berteriak lagi.

Ketika terasa seperti selamanya, ia akhirnya pelan – pelan berdiri, mengangkat HPnya dan turun ke lantai bawah, dia maunya ikut menonton apapun yang ayahnya tonton. Tapi ayahnya tertidur di kursi malasnya, piring dengan remah remah risoles menempel di perutnya. TV masih menyala dan berseru “GOLLLL!!”

Katsu menggelengkan kepalanya, menghela napas. Ia mematikan TVnya, dan mengambil piring itu dari atas ayahnya, lalu ia merasakan HPnya bergetar.

Ia nyaris menjatuhkan piring itu.

Katsu membuka HPnya.

“Jerry!!!” bisik Katsu dengan semangat. Ia membaca kalimat di bawahnya dan merasa sedikit terhibur.

“Thanks, Katsu. Merry Christmas too :)”

 

Advertisements

2 thoughts on “Handphone Stalker pt.9 (Epilog)

Add yours

  1. wow ini super????????
    aku bahkan tepuk tangan di kelas ketika membacanya???
    ?????????
    aku gak bisa berkata kata???
    kuharap aku bisa klik tombol like berkali-kali untuk menambah jumlah like nya huhuhuhuhuhu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

Si Baka Punya Cerita

Temukan Info Baka di Sini!

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

BEYOND MY MIND

by Feratry Salindri

Bibliophile

Seorang anak kecil pun bahagia ketika bisa membaca dan menulis

%d bloggers like this: