Ruang

“Beri aku ruang.” katanya.

Seakan – akan dia tidak memiliki cukup dari itu. Seakan – akan belakangan ini kita seperti terpisahkan oleh samudra. Seakan – akan semua usahaku untung berenang kepadanya ternyata ia tahu dari awal.

“Kita terlalu dekat. Kita butuh ruang.” protesnya. Desaknya. Padahal aku tidak mengatakan apa – apa. Apa yang kamu ingin buktikan? 

Di benakku aku masih melayangkan satu tangan ke air, mengayuh, satunya, mengayuh. Terus menerus. Tidak berhenti.

Aku merasakan rahangku mengeras, menahan diriku untuk tidak mengatakan apa – apa.

Tidakkah kita dulu bisa berbicara sampai matahari terbit dan harus meminum kopi dengan dosis kafein yang sedikit terlalu banyak? Apakah jantungku berdegup waktu itu karenamu atau karena kafeinnya? Apakah dari awal kita tidak pernah seharusnya bersama? 

“Bagaimana caranya kita berkembang secara individu jika kita selalu menggantungkan semuanya ke yang lain?” tanyanya, rasional, logis, dingin.

Kaki menendang, air masuk ke mulutku.

“Bagaimana caranya kita bisa maju dan mendapatkan apa yang kita berdua mau jika kita terlalu sibuk bermain dengan aman di zona nyaman kita?” tanyanya, menudingku, menuduh.

Aku meludah keluar, berusaha mencarinya, tidak lagi yakin apakah aku masih menghadap ke arah yang benar. Hanya laut, tidak berujung. Lengan dan kaki yang terasa terbakar.

Aku menoleh, tidak mengenalnya lagi.

“Beri aku ruang.” katanya lagi.

Tapi yang kudengar hanyalah, “Tinggalkan aku sendiri.”

Yang kuingat hanyalah dia memintaku tinggal di sisinya karena aku miliknya.

Yang kutahu adalah orang berubah, sesederhana itu.

Yang kurasakan adalah sedikit rasa perih dan tenggorokan tercekat.

Yang kulakukan hanya mengangguk, dan melangkah keluar ruangan, merasakan diriku akhirnya tenggelam, menelan air garam yang sudah mengisiku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Coklat dan Hujan

menikmati minum coklat hangat sambil melihat hujan

BBMagz!!

review and quotes

JENITA DARMENTO

Indonesian Travel, Food and Lifestyle Blogger

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

%d bloggers like this: