WC#26 : Kucing/Anjing

Pertanyaan sakral ini akhirnya datang juga.

Ini pertanyaan paling penting untuk mendefinisikan siapa kamu sebenarnya. Persetan dengan MBTI personality type atau golongan darahmu. Itu semua bullshit daripada pertanyaan ini.

Kucing.. atau anjing?

Mari berdiskusi di writing challenge ke-26 ini.

Waktu aku kecil, dalam hal ini sebelum SMA, aku pro-anjing.

Aku nggak pernah  punya hewan peliharaan (selain kura – kura dan ikan), jadi sebenarnya alasan aku bilang anjing hanya karena aku lebih sering melihat anjing sebagai peliharaan di film – film barat.

Dan ayolah, semua orang pingin punya anjing waktu mereka kecil.

Image result for puppies
Maksudku. Lihat mereka. So stupid it’s funny.

Tapi sekeluargaku alergi debu dan kadang bulu, jadi memiliki hewan peliharaan seperti kucing/anjing itu keluar dari ekuasi. Plus rumahku super kecil, jadi juga kasihan kalau kita punya anjing.

Jika ditanya apakah aku lebih suka anjing/kucing sebelum SMA, aku akan menjawab anjing karena :

  1. Mereka multi-fungsi! Kamu punya peliharaan DAN ekstra sekuriti. Mereka bisa jaga rumah. Kucing paling – paling cuma mengeong kalau ada maling masuk rumahmu.
  2. Anjing cenderung lebih setia dan friendly daripada kucing. Semua kucing yang aku pernah lihat selalu melihatku dengan tatapan sinis, jadi kenapa aku mau peliharaan yang nggak suka aku?

Waktu aku menginjak SMA, aku bertemu dengan seorang teman bernama Vero yang punya web ini dan bisa dicek di @veronicakudo di instagram, dan dia pecinta kucing.

Aku nggak pernah bertemu orang sepecinta kucing seperti Vero. Bagi dia kucing lebih baik dari anjing karena 1 hal penting : mereka lebih cute. 

Yah ada benarnya juga sih, tapi mereka nggak bisa jaga rumah, Ro. kataku.

Aku nggak terlalu yakin kapan aku berganti dari pro-anjing ke pro-kucing, tapi kurasa game Neko Atsume ada hubungannya sedikit. Tebak siapa yang membuatku mendownload game ini? Yep! Vero!

Image result for neko atsume

Aku awalnya menganggap ini game paling bodoh karena kamu cuma taruh makanan dan setelah beberapa saat kamu membuka app-nya lagi dan memfoto kucing – kucing yang kebetulan datang.

Tapi Tubbs menarik hatiku karena AYOLAH, INI KUCING TERGENDUT YANG PUAS BANGET DIA MAKAN SEMUA MAKANAN DI PIRING YANG KAMU SEDIAKAN.

Image result for neko atsume
Lihat bajingan ini! Siapa yang nggak mau dia?!

Sesuatu juga terjadi waktu SMA yang membuatku benar – benar bersimpati kepada kucing -kucing liar di gangku.

Aku sebelumnya sangat BT dengan mereka karena mereka mengeong – ngeong terus dan berak sembarangan, kamu kira depan rumahku itu toilet ha?

Tapi suatu hari ada anak kucing yang NGGAK berhenti mengeong semalaman dan aku nyaris nggak bisa tidur karenanya. Posisi kamarku yang paling dekat dengan jalanan, jadi aku yang paling mendengar. Aku keluar dari rumahku untuk mencari kucing ini di mana 2 kali sebelum di kali ketiga akhirnya aku menduga dia di selokan depan rumahku.

Aku YAKIN ada kucing di bawah selokanku dan aku nggak tahu bagaimana caraku untuk menyelamatkannya karena dia di bawah carport rumahku. Aku nggak bisa melihatnya dari posisi manapun.

Aku mendorong masuk sebuah sapu dengan harapan anak kucing itu bakal naik ke atasnya dan bisa kutarik, tapi rupanya dia terlalu kecil untuk mengerti, atau aku sama sekali nggak dekat kepadanya. Ini berlangsung mungkin setengah jam, dengan aku nggak tahu bagaimana aku bisa mengeluarkannya. Lalu ada tukang rombeng yang kebetulan lewat dan papaku meminta tolong tukang ini untuk menariknya.

Tukang ini masuk ke selokan rumahku dan benar saja, ada anak kucing yang jatuh di dalamnya. Singkat cerita, tukang ini lalu membawa kucing ini pergi setelah mereka berdua cuci diri mereka dari kotoran selokan rumahku.

Di minggu yang sama aku juga menyelamatkan kucing dari dilindas mobil rumahku karena dia kecil dan papaku nggak lihat dari kaca spion.

Mungkin sesuatu dengan menyelamatkan kucing kucing kecil membuatku lebih simpatik kepada mereka, dan sebelum aku sadar aku akhirnya pro-kucing.

Aku bahkan pergi ke cat cafe di sini kapan hari. Nggak ada kucing yang suka aku sih, tapi aku tetap bahagia aja.

Bagiku lebih masuk akal aku suka kucing karena aku super cuek, dan anjing selalu minta perhatianmu. Kucing sama – sama cuek, hanya sesekali minta dielus. Ideal. Plus kucing nggak perlu kamu ajak jalan tiap minggu. Aku olah raga seminggu sekali aja perlu memotivasi diriku sekitar 2 hari.

Meskipun aku lebih suka kucing, aku nggak bisa melihat diriku memiliki satu. Setidaknya tidak sekarang.

Punya peliharaan, nggak peduli apapun, itu repot dan aku belum siap untuk tanggung jawab ekstra itu. Tapi hei, jika suatu hari aku siap dan rumah yang kutinggali memadai, aku tidak keberatan punya seekor kucing.

Image result for fat cat
Nggak segendut ini, tapi ini terlalu epic untuk tidak kuikutkan di post ini

Jadi apa pilihanmu? Tulis jawabanmu di komen di bawah!

Advertisements

2 thoughts on “WC#26 : Kucing/Anjing

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Coklat dan Hujan

menikmati minum coklat hangat sambil melihat hujan

BBMagz!!

review and quotes

JENITA DARMENTO

Indonesian Travel, Food and Lifestyle Blogger

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

%d bloggers like this: