Gengsi

Aku pernah memintanya berjanji, jika suatu hari ia bangun dan ia tidak bisa menemukan bintang – bintang di mataku lagi, atau tiba – tiba menganggap caraku memegang sendok itu salah total, dan ia tidak bisa hidup denganku lagi karena satu atau lain hal.. aku memintanya berjanji untuk tidak menelponku.

Aku berkata, kemaslah barang – barangmu dan pergilah ke kota yang kamu selalu ingin pergi, yang kita tidak sempat pergi bersama. Di sana dia kemungkinan besar akan jatuh cinta dengan seseorang yang lebih lucu, dengan muka yang tidak akan ia bosan lihat. Dan dia akan belajar bahasa baru dan memakan sebuah roti dari toko lokal yang baru saja memanggangnya pagi itu.

Dan dia tidak akan pernah melihatku lagi,

dan aku tidak akan pernah melihatnya lagi,

dan aku memintanya berjanji hal itu kepadaku.

Karena aku akan menangis, dan aku tidak ingin hal terakhir yang ia dengar dariku adalah sebuah senggukan tajam yang beringus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Coklat dan Hujan

menikmati minum coklat hangat sambil melihat hujan

BBMagz!!

review and quotes

JENITA DARMENTO

Indonesian Travel, Food and Lifestyle Blogger

Misty Angel

Whispers in the woods

Field of Thoughts

I hereby sow my thoughts and interests here.

Talanimo

Where all thoughts are spoken

Teras Rumah

Bercerita di sini

PG16

Teknologi Cinta

Sebuah Kisah

cinta. perjalanan. kenangan

%d bloggers like this: