Mimpi

Ada penjelasan saintifik bahwa semua muka yang kamu lihat di mimpimu adalah muka orang yang pernah kamu lihat. Ini karena otakmu tidak bisa membuat muka. Bahkan jika kamu tidak tahu siapa yang kamu lihat di mimpimu, kamu pasti pernah melihat mereka. Mungkin hanya sekilas waktu kamu berjalan di kerumunan. Tapi aku bermimpi buruk hari ini.... Continue Reading →

Advertisements

Wisp

It first started with Randy's rumor, something he had said jokingly on a foggy Friday afternoon after school, right behind the smoothie shop that faced the dark dense woods. He said he'd saw a white wisp-like figure. Just a second before it disappeared into the trees. "There is a wisp in the woods!" He said,... Continue Reading →

Jatuh

Aku jatuh. Tidak, aku tidak jatuh cinta, se-romantis apapun itu, ceritaku tidak se-klise itu. Aku jatuh di tangga sekolah, terpleset dan kehilangan keseimbanganku, menabrakkan kepalaku ke lantai dan membuat siapapun di radius 5 meter kaget. Aku berusaha berdiri, dengan tangan gemetaran dan kepala sakit. Kukira sahabatku bakal tertawa habis - habisan tapi kali ini ia terlihat... Continue Reading →

Pacar

Aku merindukan pacarku. Ia menggandengku. Tersenyum manis. Matanya jernih, soft lens bewarna biru, terbuka lebar sementara ia menceritakan tentang harinya ke aku. Aku berusaha tersenyum, tapi Tuhan, aku merindukan pacarku. Ia menahan lenganku. Menarikku ke sebuah restoran yang kebetulan berada di sebelah kita. Aku mengiyakan, berusaha makan pastaku tanpa nafsu sementara ia memakan salad dengan... Continue Reading →

Tanamannya Mamaku

Tanamannya mamaku mati. “Ma, tanamannya diapain sih?” teriakku dari taman depan, tangan terlalu sibuk menggaruk dan mengebas – ngebaskan nyamuk yang menempel di betisku. Mataku tertuju ke pot bunga di depanku, sebuah tanaman yang dulunya hijau dan sehat ketika pertama kali mamaku bawa pulang dari pasar bunga sekarang terlihat kuning dan layu. Bahkan tanahnya terlihat... Continue Reading →

Sendirian(?)

Aku mengusap mata. Tanganku yang satunya melayang ke samping. Kamu tidak ada. Aku berhenti. Membuka sebelah mataku. Masih tidak ada. Aku menggunakan satu tangan untuk menumpu badanku, mencarimu di ruangan. Tidak ada. Aku menjatuhkan diri ke kasur lagi. Berusaha mendengarkan suara air di kamar mandi. Tidak ada. Berusaha mendengar klontang pelan dari gelas karena kamu... Continue Reading →

Lelah

Aku benar - benar lelah. Mengusap mataku dengan tangan yang kasar. Aku mendengarnya berteriak dari luar kamarku. Begitu keras seperti ia di benakku sendiri. Aku menarik napas. Tidak dalam. Aku memejamkan mataku. Dia masih berteriak. Sesuatu tentang aku. Sesuatu tentang dia. Aku benar - benar lelah. Aku tidak pernah selelah ini. Aku menunduk, merasakan tiap tulangku... Continue Reading →

Huruf Pertama

Januari adalah bulan dimana aku pertama melihatnya. Aku nyaris tersedak, kukira aku salah lihat. Namun aku benar, di bayang - bayang layar komputerku yang gelap, ada sesuatu. Gara - gara satu sentakan fatal, ia tahu bahwa aku tahu. Aku tidak aman lagi. Neraka mungkin lebih baik daripada hidup seperti ini. Mengerling ke belakang setiap langkah yang... Continue Reading →

Hatinya

Ronald menggigit jarinya, sebuah kebiasaan buruk yang tidak akan pernah berubah darinya. Keningnya mengerut sementara ia berusaha berpikir bagaimana cara memenangkan hati dari Luna. Ia menghela napas dengan frustrasi. Luna.. gadis tercantik di seluruh sekolah. Seluruh kota bahkan, sejak ia memenangkan lomba kecantikan sekota. Semua lelaki yang pernah melihatnya langsung takluk. Semuanya berlomba - lomba... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑