Handphone Stalker pt.3

Katsu mengangkat mukanya dari bantalnya, melihat HPnya yang barusan bergetar. Ia membuka notifikasinya.

inalovesnoodles liked your photo!

“Apaan itu inal… ina.. loves noodles?” ujarnya heran, menggeser jempolnya ke kanan, membuka instagram. Fotonya dia waktu memegang kado hasil tukar kado acara kelas waktu tahun baru. Dia dapat masker muka. Untuk cewek.

Dia tetap pakai sih 2 minggu setelahnya karena sayang dibuang. Dia baru ingat dia mau diam-diam beli lagi karena baunya super enak dan selama 3 hari setelah ia pakai kulit wajahnya semulus bokong bayi.

Continue reading “Handphone Stalker pt.3”

Advertisements

Handphone Stalker pt.2

“Apa?” tanya Katsu, masuk ke ruang makan.

Ayahnya duduk di kursinya, wajah kotak dan kumis yang tebal yang beberapa sudah memutih. Ada beberapa potong ayam di atas meja, ayahnya sudah mengambil 2 di piringnya.

“Duduklah.”

“Aku sibuk.”

“Ayah tidak bertanya kamu sibuk atau nggak, duduk.”

Katsu menggerutu dalam hati tapi duduk. “Kemana kamu tadi pagi?”

Continue reading “Handphone Stalker pt.2”

Handphone Stalker pt.1

Katsu menemukan sebuah HP.

Lebih tepatnya dia menendangnya. OH FUK. Dia buru – buru mengejar HP itu, mengangkatnya dan menoleh ke sekeliling. Pundaknya menabrak pundak orang lain. Jalanan yang ramai, dia terbawa arus, terpaksa berjalan ke arah yang ia awalnya pergi. Ia berusaha menoleh ke sekeliling, mencari siapapun yang kelihatan kehilangan sebuah HP.

Tidak ada siapa – siapa. Jika apapun, HP itu tampaknya sudah jatuh agak lama. Retak memanjang di layar yang hitam. Ia menekan tombol home. Tidak menyala.

Katsu memasukkan HP itu ke kantongnya, kembali berjalan pulang. Mungkin aku bakal bisa menemukan siapa yang memilikinya di rumah.

Continue reading “Handphone Stalker pt.1”

Lelaki di Bis

Dia sebis denganku lagi.

Matanya yang sendu, terpejam dengan damai. Aku melihatnya dari pantulan jendelaku. Aku beruntung ini malam. Aku bisa melihatnya sepuasku dan tidak akan ada orang yang tahu, mereka mungkin mengira aku melihat pemandangan dari jalanan padat yang membosankan.

Rambutnya lebih lebat dari yang kuingat. Kapan terakhir aku melihatnya? Ia harus memotong rambutnya. Aku tidak ingat kapan kita sebis terakhir kali.

Aku selalu naik yang sama. Dan dia, dia tampaknya tidak punya rutin.

Continue reading “Lelaki di Bis”

Berpapasan

Aku melihatnya di jalan yang panas, kita berpapasan.

“Jen?” panggilku, entah bagaimana bisa mengumpulkan cukup keberanian untuk memanggilnya.

Dia menoleh, mata melebar, “Connor!”

Aku menemukan diriku tersenyum sedikit, dia mengingatku! Dia berhenti, mendekat ke arahku. “Aku tidak menyangka akan melihatmu di sini!”

“Yeah, aku sudah lama tidak ke area sini.. kamu masih sering ke sini?”

Continue reading “Berpapasan”

Gerimis

Kamu semakin mendekat, memastikan tanganku semakin memelukmu dari belakang. Kamu menyundulkan rambutmu ke bawah daguku. Aku mengangkat leherku, geli, tapi tidak terlalu banyak, karena aku tidak mau kamu tersinggung.

Suara air hujan yang pelan terdengar di luar jendela kamarmu, aku menoleh ke jendela sesaat, hanya bisa melihat segaris dari langit yang meneteskan gerimis pelan, tertutup dengan gorden putih.

Continue reading “Gerimis”

Kangen

Semua orang bilang, “Hei, kamu nggak kangen dia?”

Aku mendengus, “Tidak, aku bukan seorang putri yang harus dielus kepalanya tiap malam dan dibisiki kalimat – kalimat manis.”

Semua orang bertanya kepadanya, “Apakah kalian ingin segera bersama lagi?”

Dan dia mengangkat bahu karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi dalam hitungan hari, jadi memikirkan masa depan itu bodoh.

Semua orang menggeleng – gelengkan kepala mereka dan berkata, “Kalian aneh,” dan kita berdua mengangguk setuju di dua tempat yang berbeda.

Continue reading “Kangen”

Kita

“Jika kamu benar – benar mencintaiku kamu tidak akan melepasku.”

Aku memandanginya. Menyentuh lehernya. Ia menepis tanganku.

“Apa?” tanyanya, marah, air mata panas keluar dengan seluruh mukanya yang membuat hatiku remuk.

Aku memandanginya, “Aku tidak mau kehilangan dirimu.” jawabku.

Continue reading “Kita”

Powered by WordPress.com.

Up ↑