Handphone Stalker pt.2

"Apa?" tanya Katsu, masuk ke ruang makan. Ayahnya duduk di kursinya, wajah kotak dan kumis yang tebal yang beberapa sudah memutih. Ada beberapa potong ayam di atas meja, ayahnya sudah mengambil 2 di piringnya. "Duduklah." "Aku sibuk." "Ayah tidak bertanya kamu sibuk atau nggak, duduk." Katsu menggerutu dalam hati tapi duduk. "Kemana kamu tadi pagi?"... Continue Reading →

Advertisements

Handphone Stalker pt.1

Katsu menemukan sebuah HP. Lebih tepatnya dia menendangnya. OH FUK. Dia buru - buru mengejar HP itu, mengangkatnya dan menoleh ke sekeliling. Pundaknya menabrak pundak orang lain. Jalanan yang ramai, dia terbawa arus, terpaksa berjalan ke arah yang ia awalnya pergi. Ia berusaha menoleh ke sekeliling, mencari siapapun yang kelihatan kehilangan sebuah HP. Tidak ada siapa -... Continue Reading →

Lelaki di Bis

Dia sebis denganku lagi. Matanya yang sendu, terpejam dengan damai. Aku melihatnya dari pantulan jendelaku. Aku beruntung ini malam. Aku bisa melihatnya sepuasku dan tidak akan ada orang yang tahu, mereka mungkin mengira aku melihat pemandangan dari jalanan padat yang membosankan. Rambutnya lebih lebat dari yang kuingat. Kapan terakhir aku melihatnya? Ia harus memotong rambutnya.... Continue Reading →

Berpapasan

Aku melihatnya di jalan yang panas, kita berpapasan. "Jen?" panggilku, entah bagaimana bisa mengumpulkan cukup keberanian untuk memanggilnya. Dia menoleh, mata melebar, "Connor!" Aku menemukan diriku tersenyum sedikit, dia mengingatku! Dia berhenti, mendekat ke arahku. "Aku tidak menyangka akan melihatmu di sini!" "Yeah, aku sudah lama tidak ke area sini.. kamu masih sering ke sini?"... Continue Reading →

Gerimis

Kamu semakin mendekat, memastikan tanganku semakin memelukmu dari belakang. Kamu menyundulkan rambutmu ke bawah daguku. Aku mengangkat leherku, geli, tapi tidak terlalu banyak, karena aku tidak mau kamu tersinggung. Suara air hujan yang pelan terdengar di luar jendela kamarmu, aku menoleh ke jendela sesaat, hanya bisa melihat segaris dari langit yang meneteskan gerimis pelan, tertutup... Continue Reading →

Kangen

Semua orang bilang, "Hei, kamu nggak kangen dia?" Aku mendengus, "Tidak, aku bukan seorang putri yang harus dielus kepalanya tiap malam dan dibisiki kalimat - kalimat manis." Semua orang bertanya kepadanya, "Apakah kalian ingin segera bersama lagi?" Dan dia mengangkat bahu karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi dalam hitungan hari, jadi memikirkan masa... Continue Reading →

Astronot

"Aku terlihat payah," ujarnya dengan kesal. Aku menoleh ke arahnya. Rambutnya berantakkan, matanya lesu dan lingkaran di bawah matanya sebanyak lingkaran planet di Bima Sakti. Gemerlap bintang malam bisa kutemukan di memar yang muncul di lututnya karena tadi menabrak dinding kamar mandi. Rok putih yang ia pakai kusut tidak jauh berbeda dari tumpukan dari baju... Continue Reading →

Kita

"Jika kamu benar - benar mencintaiku kamu tidak akan melepasku." Aku memandanginya. Menyentuh lehernya. Ia menepis tanganku. "Apa?" tanyanya, marah, air mata panas keluar dengan seluruh mukanya yang membuat hatiku remuk. Aku memandanginya, "Aku tidak mau kehilangan dirimu." jawabku. Dan aku menangis dan ia juga dan ia berkata, "Kamu tidak bisa mengatakan itu, sialan! Kamu... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑