Kangen

Semua orang bilang, “Hei, kamu nggak kangen dia?”

Aku mendengus, “Tidak, aku bukan seorang putri yang harus dielus kepalanya tiap malam dan dibisiki kalimat – kalimat manis.”

Semua orang bertanya kepadanya, “Apakah kalian ingin segera bersama lagi?”

Dan dia mengangkat bahu karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi dalam hitungan hari, jadi memikirkan masa depan itu bodoh.

Semua orang menggeleng – gelengkan kepala mereka dan berkata, “Kalian aneh,” dan kita berdua mengangguk setuju di dua tempat yang berbeda.

Continue reading

Jatuh

Aku jatuh.

Tidak, aku tidak jatuh cinta, se-romantis apapun itu, ceritaku tidak se-klise itu.

Aku jatuh di tangga sekolah, terpleset dan kehilangan keseimbanganku, menabrakkan kepalaku ke lantai dan membuat siapapun di radius 5 meter kaget.  Continue reading

Pacar

Aku merindukan pacarku.

Ia menggandengku. Tersenyum manis. Matanya jernih, soft lens bewarna biru, terbuka lebar sementara ia menceritakan tentang harinya ke aku.

Aku berusaha tersenyum, tapi Tuhan, aku merindukan pacarku.

Continue reading

Tanamannya Mamaku

Tanamannya mamaku mati.

“Ma, tanamannya diapain sih?” teriakku dari taman depan, tangan terlalu sibuk menggaruk dan mengebas – ngebaskan nyamuk yang menempel di betisku. Mataku tertuju ke pot bunga di depanku, sebuah tanaman yang dulunya hijau dan sehat ketika pertama kali mamaku bawa pulang dari pasar bunga sekarang terlihat kuning dan layu. Bahkan tanahnya terlihat kering, berkerak dan keras.

Continue reading

Sendirian(?)

Aku mengusap mata. Tanganku yang satunya melayang ke samping.

Kamu tidak ada.

Aku berhenti. Membuka sebelah mataku.

Masih tidak ada.

Aku menggunakan satu tangan untuk menumpu badanku, mencarimu di ruangan.

Tidak ada.

Continue reading

Kita

“Jika kamu benar – benar mencintaiku kamu tidak akan melepasku.”

Aku memandanginya. Menyentuh lehernya. Ia menepis tanganku.

“Apa?” tanyanya, marah, air mata panas keluar dengan seluruh mukanya yang membuat hatiku remuk.

Aku memandanginya, “Aku tidak mau kehilangan dirimu.” jawabku.

Continue reading

Tengah Malam

Tengah malam adalah konsep yang aneh.

Ketika kecil aku bakal merasa aku menguasai dunia ketika aku masih bangun setelah tengah malam. Tahun baru adalah waktu yang luar biasa bagiku.

Tambah lama rasa itu hilang, tergantikan dengan tugas – tugas dan kantong mata gelap. Aku akan melihat jam di layar monitor dan mengerang Sudah tengah malam? Tapi aku bahkan belum mulai bagian ini..

Continue reading

Gadis di Bis pt.4

“KAMU SUDAH MENEMUKANNYA?!” teriak Bianca seketika.

Theo berhenti membersihkan sepatunya di keset. Bianca memandanginya balik. Ia tidak terlihat marah, mulutnya yang selalu cemberut itu ternganga.

Sedikit aneh untuk akhirnya melihat adiknya menunjukkan emosi lain dari marah dan kecewa kepadanya.

Continue reading

Samping

Aku akan selamanya berdiri di samping ketika di pesta.

Aku berbicara dengan sesedikit mungkin orang jika seperti itu, dan aku bisa kembali ke zona nyamanku dimana aku menerawang jauh dan hilang di imajinasiku.

Kamu berkata itu tidak sehat.

Continue reading