Gengsi

Aku pernah memintanya berjanji, jika suatu hari ia bangun dan ia tidak bisa menemukan bintang – bintang di mataku lagi, atau tiba – tiba menganggap caraku memegang sendok itu salah total, dan ia tidak bisa hidup denganku lagi karena satu atau lain hal.. aku memintanya berjanji untuk tidak menelponku.

Continue reading “Gengsi”

Advertisements

WC#24 : Opinimu tentang pacaran

Hei semua!

Setelah berpisah lama karena ujian akhir dan menahan rindu– nggak kangen kamu juga sih, Ros — aku akhirnya kembali menulis di blog ini!

HURRAH

Pertama aku harus mengatakan Happy 5th Anniversary untuk blog ini! Wuhu! Sudah 5 tahun sejak aku pertama membuat blog dengan nama tak jelas ini di kelas 2 SMP untuk tugas TIK dan lihat dimana aku sekarang!

*masih pakai kacamata dan dengan ide novel yang ada dari dulu tapi nggak ditulis – tulis? nggak jauh berubah sih*

Oke mari kita potong basa – basi basin ini dan lanjut ke topik writing challenge kali ini: Opinimu tentang pacaran!

Continue reading “WC#24 : Opinimu tentang pacaran”

Ruang

“Beri aku ruang.” katanya.

Seakan – akan dia tidak memiliki cukup dari itu. Seakan – akan belakangan ini kita seperti terpisahkan oleh samudra. Seakan – akan semua usahaku untung berenang kepadanya ternyata ia tahu dari awal.

“Kita terlalu dekat. Kita butuh ruang.” protesnya. Desaknya. Padahal aku tidak mengatakan apa – apa. Apa yang kamu ingin buktikan? 

Continue reading “Ruang”

Gerimis

Kamu semakin mendekat, memastikan tanganku semakin memelukmu dari belakang. Kamu menyundulkan rambutmu ke bawah daguku. Aku mengangkat leherku, geli, tapi tidak terlalu banyak, karena aku tidak mau kamu tersinggung.

Suara air hujan yang pelan terdengar di luar jendela kamarmu, aku menoleh ke jendela sesaat, hanya bisa melihat segaris dari langit yang meneteskan gerimis pelan, tertutup dengan gorden putih.

Continue reading “Gerimis”

Tengah Malam

Tengah malam adalah konsep yang aneh.

Ketika kecil aku bakal merasa aku menguasai dunia ketika aku masih bangun setelah tengah malam. Tahun baru adalah waktu yang luar biasa bagiku.

Tambah lama rasa itu hilang, tergantikan dengan tugas – tugas dan kantong mata gelap. Aku akan melihat jam di layar monitor dan mengerang Sudah tengah malam? Tapi aku bahkan belum mulai bagian ini..

Continue reading “Tengah Malam”

Powered by WordPress.com.

Up ↑