Handphone Stalker pt.9 (Epilog)

“Pa!” teriak Katsu dari dapur. “Apa?!” seru ayahnya dari ruang keluarga.

“Apakah papa mau dua risoles atau satu?!”

“Dua!” teriak ayahnya, Katsu menjatuhkan satu risoles lagi ke piring dan membawanya ke ayahnya yang sudah duduk dengan nyaman di kursi malasnya di depan TV.

“Kamu nggak mau ikut nonton?” tanya ayahnya dengan semangat, sudah mencomot setengah dari salah satu risolesnya.

“Yeah, sebentar,” balas Katsu, menaiki tangga kembali ke kamarnya, nyaris menabrak pohon natal di ujung ruang keluarga ketika melakukannya.

Continue reading “Handphone Stalker pt.9 (Epilog)”

Advertisements

Handphone Stalker pt.8

Lucia datang ke toko 2 hari setelah Katsu menjual HP pertamanya.

Katsu lagi tengah – tengah menjawab pertanyaan seseorang tentang harga casing HP ketika Lucia muncul dengan senyuman lebar. “Hi!”

“Hei,” kata Katsu, agak kaget. Dia tidak mengontak Lucia sama sekali selama 2 hari terakhir. Sebagian alasannya karena ia BT banget kemarin lusa dan Lucia tidak mencarinya juga. Ia tidak menyangka Lucia akan muncul tanpa mengontaknya.

Dia memandangi Lucia sebentar, tidak mengatakan apa – apa, lalu– “Sori, bisakah kamu tunggu sebentar?” katanya. Lucia mengangguk, “Yeah, tentu saja!” Katsu mengangkat 1 tangannya, kembali berbicara dengan si pembeli yang masih galau antara 2 casing.

Continue reading “Handphone Stalker pt.8”

Handphone Stalker pt.7

“Jawaban macam apa itu?” tanya Ina.

Lucia mendengus, “Ini namanya flirting, Na.” kata Lucia, menekan tombol back dan menglock HPnya.

“Oh, Tahap flirting, hm?” tanya Ina, menggerak – gerakkan alisnya. Lucia tertawa, menjatuhkan dirinya ke tempat tidurnya. Ina menginap malam ini untuk belajar bareng.

“Kamu serius mau dengan Katsu?” tanya Ina, di sebelah Lucia.

“Kurasa agak terlalu awal untuk berkata apakah aku serius atau tidak dengan dia. Secara teknis aku nggak tahu apa – apa tentangnya, dan bisakah kamu bayangkan jika aku menceritakan ini ke mamaku?”

Ina menarik napas dan berkata dengan nada melengking yang dibuat – buat, “Kamuuu mau pacarann sama anak cowok yang nggak kuliahh dan mencuri hpmuuuu?!!”

“Katsu nggak curi HPku, sih.”

Continue reading “Handphone Stalker pt.7”

Handphone Stalker pt.6

“Kamu terlihat bahagia,”

Katsu mengangkat mukanya dengan kaget dari HPnya, satu tangannya baru mau menyendok segumpal nasi ke mulutnya.

Ayahnya sedang memandanginya.

“Apakah kamu mendapatkan pekerjaan?” tanya Ayahnya. Katsu semakin kaget. Ini pertama kali Ayahnya setenang ini waktu menanyakan hal itu.

“Tid–Belum.” Katsu menjawab. Ayahnya tidak berkata apa – apa. Katsu mengira ia akan membalas dengan ‘kamu tahu toko selalu memerlukan tenaga tambahan’ atau semacamnya tapi Ayahnya hanya mengeluarkan gerutu keras sambil meregangkan badannya dan mengambil pisang di bagian tengah meja.

Continue reading “Handphone Stalker pt.6”

Handphone Stalker pt.5

Katsu menghirup dalam – dalam aroma kopi yang baru ditumbuk.

Ahhhh. Baunya seperti produktivitas bekerja yang dia tidak pernah alami!

“Katsu, kamu mau apa?” tanya Lucia, sudah di depan counter, seorang barista di depannya terlihat sangat bosan. “Uhhh,” Katsu membalas, membaca menu yang ditulis dengan kapur dengan cepat. Ice cappucino? Frappe? Quick blend? Apa yang ia biasanya beli? Katsu tiba – tiba menyadari ia jarang minum kopi. Ayahnya bakal memesan kopi tubruk.

Continue reading “Handphone Stalker pt.5”

Handphone Stalker pt.4

“Hai. Uh– hai.” kata Katsu, gugup. Ia ingat bagaimana muka Lucia sekarang. Ia jauh lebih pendek dari yang Katsu kira. Semiran rambutnya juga tidak seterang yang di foto.

Lucia tersenyum, “Hai, Lucia.” katanya, mengulurkan tangannya. Katsu mengangkat tangannya yang memegang HP. Ia mengoper HP ke tangan satunya dan menyalam Lucia balik, “Katsu,” katanya, menyadari tangannya berkeringat dan kemungkinan besar Lucia jijik.

Ia menarik tangannya balik. Ah sial, kenapa ia gugup banget?

“Anuu, HPku?” tanya Lucia

Continue reading “Handphone Stalker pt.4”

Handphone Stalker pt.3

Katsu mengangkat mukanya dari bantalnya, melihat HPnya yang barusan bergetar. Ia membuka notifikasinya.

inalovesnoodles liked your photo!

“Apaan itu inal… ina.. loves noodles?” ujarnya heran, menggeser jempolnya ke kanan, membuka instagram. Fotonya dia waktu memegang kado hasil tukar kado acara kelas waktu tahun baru. Dia dapat masker muka. Untuk cewek.

Dia tetap pakai sih 2 minggu setelahnya karena sayang dibuang. Dia baru ingat dia mau diam-diam beli lagi karena baunya super enak dan selama 3 hari setelah ia pakai kulit wajahnya semulus bokong bayi.

Continue reading “Handphone Stalker pt.3”

Handphone Stalker pt.2

“Apa?” tanya Katsu, masuk ke ruang makan.

Ayahnya duduk di kursinya, wajah kotak dan kumis yang tebal yang beberapa sudah memutih. Ada beberapa potong ayam di atas meja, ayahnya sudah mengambil 2 di piringnya.

“Duduklah.”

“Aku sibuk.”

“Ayah tidak bertanya kamu sibuk atau nggak, duduk.”

Katsu menggerutu dalam hati tapi duduk. “Kemana kamu tadi pagi?”

Continue reading “Handphone Stalker pt.2”

Handphone Stalker pt.1

Katsu menemukan sebuah HP.

Lebih tepatnya dia menendangnya. OH FUK. Dia buru – buru mengejar HP itu, mengangkatnya dan menoleh ke sekeliling. Pundaknya menabrak pundak orang lain. Jalanan yang ramai, dia terbawa arus, terpaksa berjalan ke arah yang ia awalnya pergi. Ia berusaha menoleh ke sekeliling, mencari siapapun yang kelihatan kehilangan sebuah HP.

Tidak ada siapa – siapa. Jika apapun, HP itu tampaknya sudah jatuh agak lama. Retak memanjang di layar yang hitam. Ia menekan tombol home. Tidak menyala.

Katsu memasukkan HP itu ke kantongnya, kembali berjalan pulang. Mungkin aku bakal bisa menemukan siapa yang memilikinya di rumah.

Continue reading “Handphone Stalker pt.1”

Powered by WordPress.com.

Up ↑