Handphone Stalker pt.2

“Apa?” tanya Katsu, masuk ke ruang makan.

Ayahnya duduk di kursinya, wajah kotak dan kumis yang tebal yang beberapa sudah memutih. Ada beberapa potong ayam di atas meja, ayahnya sudah mengambil 2 di piringnya.

“Duduklah.”

“Aku sibuk.”

“Ayah tidak bertanya kamu sibuk atau nggak, duduk.”

Katsu menggerutu dalam hati tapi duduk. “Kemana kamu tadi pagi?”

Continue reading

Handphone Stalker pt.1

Katsu menemukan sebuah HP.

Lebih tepatnya dia menendangnya. OH FUK. Dia buru – buru mengejar HP itu, mengangkatnya dan menoleh ke sekeliling. Pundaknya menabrak pundak orang lain. Jalanan yang ramai, dia terbawa arus, terpaksa berjalan ke arah yang ia awalnya pergi. Ia berusaha menoleh ke sekeliling, mencari siapapun yang kelihatan kehilangan sebuah HP.

Tidak ada siapa – siapa. Jika apapun, HP itu tampaknya sudah jatuh agak lama. Retak memanjang di layar yang hitam. Ia menekan tombol home. Tidak menyala.

Katsu memasukkan HP itu ke kantongnya, kembali berjalan pulang. Mungkin aku bakal bisa menemukan siapa yang memilikinya di rumah.

Continue reading

Lelaki di Bis

Dia sebis denganku lagi.

Matanya yang sendu, terpejam dengan damai. Aku melihatnya dari pantulan jendelaku. Aku beruntung ini malam. Aku bisa melihatnya sepuasku dan tidak akan ada orang yang tahu, mereka mungkin mengira aku melihat pemandangan dari jalanan padat yang membosankan.

Rambutnya lebih lebat dari yang kuingat. Kapan terakhir aku melihatnya? Ia harus memotong rambutnya. Aku tidak ingat kapan kita sebis terakhir kali.

Aku selalu naik yang sama. Dan dia, dia tampaknya tidak punya rutin.

Continue reading

5 Manga/Anime yang Ingin Kubaca/Tonton

Hai semua!

Jadi tampaknya banyak banget orang yang super suka sama anime/manga/film Jepang di Indonesia.. Setidaknya aku menganggap begitu karena reviewku untuk 5 manga horror, Koe no Katachi dan Crows Zero adalah salah satu yang paling dicari di blog ini, haha.

Anyway, aku lumayan senang tentang hal ini karena aku belakangan SUPER into manga dan anime lagi. Aku bulan lalu marathon season 1 Attack on Titan/Shingeki no Kyojin (karepmu mau mbaca gimana), dan aku mulai nonton season 2 juga barusan.

Belum selesai karena aku harusnya belajar dan bukan nulis blog kayak gini

Setelah nonton AOT/SNK, aku jadi pingin banget nulis tentang manga/anime lagi, tapi aku jadi nyadar kalau manga-manga yang aku baca antara diterlantarkan sama mangaka-nya atau udah lama banget aku nggak baca. Aku lalu juga nyadar jumlah manga yang kukira oh manga baru tapi sudah BERTAHUN TAHUN jalan dan jumlah chapternya udah nggak kehitung lagi.

Jadi katakan halo ke 5 MANGA YANG PINGIN KUBACA (tapi belum sempat atau belum mood atau YA POKOKNYA BELUM AJA)

Continue reading

Gerimis

Kamu semakin mendekat, memastikan tanganku semakin memelukmu dari belakang. Kamu menyundulkan rambutmu ke bawah daguku. Aku mengangkat leherku, geli, tapi tidak terlalu banyak, karena aku tidak mau kamu tersinggung.

Suara air hujan yang pelan terdengar di luar jendela kamarmu, aku menoleh ke jendela sesaat, hanya bisa melihat segaris dari langit yang meneteskan gerimis pelan, tertutup dengan gorden putih.

Continue reading

Jatuh

Aku jatuh.

Tidak, aku tidak jatuh cinta, se-romantis apapun itu, ceritaku tidak se-klise itu.

Aku jatuh di tangga sekolah, terpleset dan kehilangan keseimbanganku, menabrakkan kepalaku ke lantai dan membuat siapapun di radius 5 meter kaget.  Continue reading

Review : Silence

Kamu tahu saat – saat di mana kamu cuma pingin nonton film berat? Itulah yang aku rasakan ketika aku memutuskan untuk menonton Silence.

Dan dalam kesunyian malam, aku akan menulis reviewnya juga.

#bah

Continue reading

WC#14 : Opinimu tentang Orang Tua dan Anak – Anak

Hai semua!

Aku kembali dengan Writing Challenge dengan topik berat kali ini : orang tua dan anak – anak. Post ini lumayan terinspirasi dari post ini :

Inti post itu : si penulis merasa orang tua jaman sekarang tidak mau mendengarkan anak  – anak mereka dan menganggap hobi main game itu kekanak – kanakan, ini menyebabkan anak – anak jadi nggak mau cerita apa yang mereka lakukan ke orang tuanya padahal di game itu dia mengembangkan kreativitas dan orang tuanya tidak tahu sama sekali.

Post ini mendapat 49.000 lebih notes (likes/reblogs) di Tumblr, jadi ada 49.000 pengguna Tumblr yang setuju bahwa hal itu tidak baik, dan itu mendorongku untuk membicarakan opiniku tentang hal itu.  Continue reading