Handphone Stalker pt.1

Katsu menemukan sebuah HP.

Lebih tepatnya dia menendangnya. OH FUK. Dia buru – buru mengejar HP itu, mengangkatnya dan menoleh ke sekeliling. Pundaknya menabrak pundak orang lain. Jalanan yang ramai, dia terbawa arus, terpaksa berjalan ke arah yang ia awalnya pergi. Ia berusaha menoleh ke sekeliling, mencari siapapun yang kelihatan kehilangan sebuah HP.

Tidak ada siapa – siapa. Jika apapun, HP itu tampaknya sudah jatuh agak lama. Retak memanjang di layar yang hitam. Ia menekan tombol home. Tidak menyala.

Katsu memasukkan HP itu ke kantongnya, kembali berjalan pulang. Mungkin aku bakal bisa menemukan siapa yang memilikinya di rumah.

Continue reading

Berpapasan

Aku melihatnya di jalan yang panas, kita berpapasan.

“Jen?” panggilku, entah bagaimana bisa mengumpulkan cukup keberanian untuk memanggilnya.

Dia menoleh, mata melebar, “Connor!”

Aku menemukan diriku tersenyum sedikit, dia mengingatku! Dia berhenti, mendekat ke arahku. “Aku tidak menyangka akan melihatmu di sini!”

“Yeah, aku sudah lama tidak ke area sini.. kamu masih sering ke sini?”

Continue reading

Quick Update : Kuliah dan Kemungkinan Aku Menghilang

Hei semua!

Jadi aku ada berita, dan sayangnya beritanya tidak terlalu enak : ada kemungkinan blog ini akan kembali hiatus panjang!

*nggak kaget sih Ros.*

Aku akan berusaha menjelaskan kenapa dengan sesederhana mungkin : Aku sudah kuliah sejak hampir setahun yang lalu, tapi sebenarnya kuliahku dibagi menjadi 2 : diploma dan bachelor.

“Sejak kapan kuliah dibagi 2..?”

Continue reading

WC #11 : Subjek Favoritmu di Sekolah

HEI HO

Kembali lagi di writing challenge!

Kali ini aku akan menyeret kalian kembali ke bangku – bangku kayu dan lantai keramik dingin, bau spidol dan suara papan dihapus–

Katakan halo ke sekolah!

Continue reading

December is Here!

Hei semua!

Sori sudah lama nggak nulis– aku lagi sibuk *INI BUKAN ALESAN*

Kuliahku lagi banyak tugas termasuk menulis laporan yang tingkat plagiarismenya tidak boleh di atas 10% *DAN ITU SUSAH KARENA ADA PROGRAMNYA DAN KAMU MASUKIN JUDUL BUKU DI DAFTAR PUSTAKA AJA SUDAH DIANGGEP PLAGIAT, AKU KUDU PIYE*

Aku juga ada tugas membuat website yang dengan bodohnya aku design super bagus. Alhasil sekarang waktu proses membuatnya aku harus super hati – hati dan senantiasa kecewa karena antara design dan hasil beda jauh. JAUH.

Continue reading

Chat

Hari minggu yang dingin adalah hari dimana Charles mendapatkan chat tak terduga dari seorang teman orang Amerika yang ia kenal saat ia pergi study tour ke sana. Max. Entah bagaimana Max menemukan facebooknya dan telah meninggalkan pesan semacam ‘hei ini Max. Kamu sempat ke sekolahku untuk beberapa minggu dan kita berteman waktu itu, apa kabar?’. Charles meregangkan jari jemarinya lalu mengetik sebuah chat balasan.

“Oh hey! Yeah I remember you, what’s up? How are you doing?” 

Mengira si Max tidak akan langsung membalas, Charles hendak log out tetapi sebelum ia sempat, chatnya sudah terbalas : I’m doing good! So aren’t you supposed to be in college by now? Are you studying in America? Or did you go to UK?

Continue reading

Review : Beberapa Manga yang Bakal Membuatmu Gagal Tidur

Hai semua!

Jadi belakangan ini teman – temanku masuk kuliah dan menjalani ospek – ospek yang memakan waktu. Berhubung aku masih belum mulai kuliah, aku terdampar sendirian tanpa orang untuk diajak chat dan tanpa kerjaan. (Sebenarnya ada banyak sih, nonton TV, nonton film, nonton serial, belajar bahasa, nulis novel yang sudah aku janjiin dari dulu tapi nggak selesai – selesai, BANYAK, tapi kok rasanya ga ada kerjaan mulu ya)

Anyway karena aku selalu bosan, aku memutuskan kapan hari untuk membaca manga – manga horror. Sayangnya kebanyakan telah kubaca dan forum untuk manga horror tampaknya selalu sangat sedikit di internet. Jadi dari situlah aku memutuskan untuk membuat review ini. Berikut adalah beberapa manga yang akan membuatmu gagal tidur! (Atau jika kamu kebal horror, setidaknya membuatmu merinding sedikit)

Continue reading

Lokasi pt.6 : Mobil

Hannah tampak sedikit gugup dan terlalu panik ketika Stephen serius menariknya ke lapangan parkir. “Aku tidak bosan disana, aku bersumpah, astaga Stephen– apakah kamu marah? Kenapa kamu begitu sensitif sih sekarang? Apa yang kulakukan memangnya?”

Stephen menekan kunci mobilnya dan membuka pintu penumpang agar Hannah bisa masuk. Hannah terdiam, memandanginya dengan muka tidak percaya, “Apakah aku tidak boleh mengatakan apapun sebelum kamu memaksaku pulang?” tanya Hannah. Stephen tersenyum sedih,”Tidak. Kamu tidak perlu mengatakannya untuk membuatku mengerti.” Hannah tersentak sedikit, menundukkan kepala, lalu masuk. Stephen menutup pintu dan masuk di kursi pengendara. Lalu ia menyetir.

Continue reading

Lokasi pt.5 : Museum

Di antara lukisan – lukisan kuno dan pahatan marmer, di antara lantai granit dan dinding dingin, Hannah bermain dengan HP-nya.

Stephen memandanginya dari kejauhan, menyadari dari semua keindahan abstrak di antaranya, Hannah yang paling tidak ia mengerti. Ia berjalan mendekati Hannah. “Jika aku tahu kamu bakal sebosan ini aku bakal ngajak kamu ke bioskop saja.” ujarnya pelan, meletakkan dagunya di pundak Hannah. Hannah menggeliat lepas, “Aku tidak bosan.” protesnya.

Continue reading