Quick Update : Kuliah dan Kemungkinan Aku Menghilang

Hei semua!

Jadi aku ada berita, dan sayangnya beritanya tidak terlalu enak : ada kemungkinan blog ini akan kembali hiatus panjang!

*nggak kaget sih Ros.*

Aku akan berusaha menjelaskan kenapa dengan sesederhana mungkin : Aku sudah kuliah sejak hampir setahun yang lalu, tapi sebenarnya kuliahku dibagi menjadi 2 : diploma dan bachelor.

“Sejak kapan kuliah dibagi 2..?”

Continue reading

WC #11 : Subjek Favoritmu di Sekolah

HEI HO

Kembali lagi di writing challenge!

Kali ini aku akan menyeret kalian kembali ke bangku – bangku kayu dan lantai keramik dingin, bau spidol dan suara papan dihapus–

Katakan halo ke sekolah!

Continue reading

December is Here!

Hei semua!

Sori sudah lama nggak nulis– aku lagi sibuk *INI BUKAN ALESAN*

Kuliahku lagi banyak tugas termasuk menulis laporan yang tingkat plagiarismenya tidak boleh di atas 10% *DAN ITU SUSAH KARENA ADA PROGRAMNYA DAN KAMU MASUKIN JUDUL BUKU DI DAFTAR PUSTAKA AJA SUDAH DIANGGEP PLAGIAT, AKU KUDU PIYE*

Aku juga ada tugas membuat website yang dengan bodohnya aku design super bagus. Alhasil sekarang waktu proses membuatnya aku harus super hati – hati dan senantiasa kecewa karena antara design dan hasil beda jauh. JAUH.

Continue reading

Chat

Hari minggu yang dingin adalah hari dimana Charles mendapatkan chat tak terduga dari seorang teman orang Amerika yang ia kenal saat ia pergi study tour ke sana. Max. Entah bagaimana Max menemukan facebooknya dan telah meninggalkan pesan semacam ‘hei ini Max. Kamu sempat ke sekolahku untuk beberapa minggu dan kita berteman waktu itu, apa kabar?’. Charles meregangkan jari jemarinya lalu mengetik sebuah chat balasan.

“Oh hey! Yeah I remember you, what’s up? How are you doing?” 

Mengira si Max tidak akan langsung membalas, Charles hendak log out tetapi sebelum ia sempat, chatnya sudah terbalas : I’m doing good! So aren’t you supposed to be in college by now? Are you studying in America? Or did you go to UK?

Continue reading

Review : Beberapa Manga yang Bakal Membuatmu Gagal Tidur

Hai semua!

Jadi belakangan ini teman – temanku masuk kuliah dan menjalani ospek – ospek yang memakan waktu. Berhubung aku masih belum mulai kuliah, aku terdampar sendirian tanpa orang untuk diajak chat dan tanpa kerjaan. (Sebenarnya ada banyak sih, nonton TV, nonton film, nonton serial, belajar bahasa, nulis novel yang sudah aku janjiin dari dulu tapi nggak selesai – selesai, BANYAK, tapi kok rasanya ga ada kerjaan mulu ya)

Anyway karena aku selalu bosan, aku memutuskan kapan hari untuk membaca manga – manga horror. Sayangnya kebanyakan telah kubaca dan forum untuk manga horror tampaknya selalu sangat sedikit di internet. Jadi dari situlah aku memutuskan untuk membuat review ini. Berikut adalah beberapa manga yang akan membuatmu gagal tidur! (Atau jika kamu kebal horror, setidaknya membuatmu merinding sedikit)

Continue reading

Lokasi pt.6 : Mobil

Hannah tampak sedikit gugup dan terlalu panik ketika Stephen serius menariknya ke lapangan parkir. “Aku tidak bosan disana, aku bersumpah, astaga Stephen– apakah kamu marah? Kenapa kamu begitu sensitif sih sekarang? Apa yang kulakukan memangnya?”

Stephen menekan kunci mobilnya dan membuka pintu penumpang agar Hannah bisa masuk. Hannah terdiam, memandanginya dengan muka tidak percaya, “Apakah aku tidak boleh mengatakan apapun sebelum kamu memaksaku pulang?” tanya Hannah. Stephen tersenyum sedih,”Tidak. Kamu tidak perlu mengatakannya untuk membuatku mengerti.” Hannah tersentak sedikit, menundukkan kepala, lalu masuk. Stephen menutup pintu dan masuk di kursi pengendara. Lalu ia menyetir.

Continue reading

Lokasi pt.5 : Museum

Di antara lukisan – lukisan kuno dan pahatan marmer, di antara lantai granit dan dinding dingin, Hannah bermain dengan HP-nya.

Stephen memandanginya dari kejauhan, menyadari dari semua keindahan abstrak di antaranya, Hannah yang paling tidak ia mengerti. Ia berjalan mendekati Hannah. “Jika aku tahu kamu bakal sebosan ini aku bakal ngajak kamu ke bioskop saja.” ujarnya pelan, meletakkan dagunya di pundak Hannah. Hannah menggeliat lepas, “Aku tidak bosan.” protesnya.

Continue reading

Lokasi pt.3 : Party

Lusa, pagi hari, Stephen mendapatkan sms singkat itu dari nomor yang ia beri nama ‘Hannah’.

Misi selesai! Thx utk saran n supportmu wkwk xD

Stephen tidak ingin membalas sms itu. Jika ia tidak membalasnya, semua kebodohan yang ia lalui dengan Hannah bisa selesai begitu saja.

Tetapi setengah jam kemudian, ia membuka lock screen hp-nya dan membuka sms itu lagi. Lalu ia mengetik.

Continue reading

Lokasi pt.1 : Bioskop

Stephen menggenggam sapunya dan menghembuskan napas pelan dari mulutnya.

Dari sudut matanya ia bisa melihat cewek yang duduk di kursi C23, kepalanya masih tertunduk dan kedua tangannya menutupi mukanya. Jika itu tidak cukup untuk membuatnya menyangka cewek itu menangis, setidaknya isakan yang luar biasa keras yang diselingi dengan dengusan yang terdengar beringus cukup untuk membuatnya yakin. Cewek ini tidak menangis, ia patah hati.

Continue reading