Apetit pt.2

Duduk di kursi putih, memandangi dinding berwarna biru pastel, harus terus menerus mengingatkan diriku untuk tidak menggoyangkan kakiku.

Ini bukan ideku untuk sebuah hari Sabtu yang ideal, kakiku bergoyang dan aku menggigit bibirku, mengunyah bagian keringnya.

Pintu ruang di mana aku lagi duduk menunggu terbuka, seorang dokter dengan muka bersih dan kacamata kotak yang sama dengan yang tadi mengecekku masuk, memegang clipboard dan memasang senyuman profesional yang sama.

“Jadi ada kabar bagus dan ada kabar buruk.” Continue reading “Apetit pt.2”

Advertisements

Ruang

“Beri aku ruang.” katanya.

Seakan – akan dia tidak memiliki cukup dari itu. Seakan – akan belakangan ini kita seperti terpisahkan oleh samudra. Seakan – akan semua usahaku untung berenang kepadanya ternyata ia tahu dari awal.

“Kita terlalu dekat. Kita butuh ruang.” protesnya. Desaknya. Padahal aku tidak mengatakan apa – apa. Apa yang kamu ingin buktikan? 

Continue reading “Ruang”

2017 is Here!

Hei semua! Happy new year!

Jadi di tahun baru ini aku memiliki beberapa resolusi seperti olahraga (yang selalu ada di daftar resolusiku sejak tahun entah berapa dan tidak pernah tercentang pada akhir tahun) dan belajar dan hal – hal lain yang membosankan– tetapi aku juga ada resolusi untuk menulis lebih sering di blog!

Jadi untuk mengusahakan resolusiku agar berhasil, disinilah aku sekarang.

Continue reading “2017 is Here!”

Ciuman

Jika ditanya bagaimana rasanya ciuman,

aku akan menjawab rasanya semanis es krim saat kamu berjalan di tengah festival yang terlalu padat di bawah matahari terik.

Aku akan menjawab rasanya seperti ledakan kembang api pertama di tahun baru, setelah sekian lama menunggu.

Aku akan menjawab rasanya seperti bangun dari sebuah tidur siang yang nyenyak.

Continue reading “Ciuman”

Peringatan

Adikku baru – baru ini mengaku ia suka seorang lelaki. Sesuatu yang normal untuk anak perempuan seumurannya. Meski aku agak kaget kenapa ia perlu menceritakan hal ini ke aku dan tidak ke ibu kita. Mungkin aku tidak seperti kakak – kakak lelaki yang klise dan normal– yang mengancam lelaki manapun yang berani mendekati adik perempuan mereka.

Mungkin di matanya aku hanya seorang lelaki biasa yang lebih tua dan ia panggil kakak saja.

Continue reading “Peringatan”

Powered by WordPress.com.

Up ↑