WC#19 : Hobimu

Hei ho! Kembali di writing challenge! Topik kita kali ini lebih sederhana dan yang biasanya selalu ditanya di formulir - formulir. Hobimu! Jujur saja aku selalu menjawab dengan membaca padahal ada setumpuk buku yang belum kubaca dan masih belum ingin baca. Kadang aku menajawab dengan menulis tapi sebenarnya itu juga BOHONG, BOHONG BESAR, KAPAN NOVELMU... Continue Reading →

Advertisements

WC #16 :Kamu Ingin Bertambah Baik di…?

Hei semua, kembali lagi di writing challenge!! Sedikit off topic tapi aku kemaren barusan meng-submit salah satu tugas besarku jadi aku bisa bernapas sebentar, alhasil keluarlah writing challenge ini! Topik kali ini adalah 'Kamu Ingin Bertambah Baik di...?' Jawabannya hanya boleh 1 hal atau bidang, supaya nggak ke mana - mana. Aku bukan orang yang... Continue Reading →

WC #13: Takhayul/Mitos yang Kamu Percayai

Hei ho! Kembali denganku di Writing Challenge dengan angka yang tampaknya sial menurut beberapa mitos. DUNDUNDUNN Jadi kurasa topik yang tepat hari ini adalah : Tahkayul/Mitos yang Kamu Percayai! Sebenarnya mitos datang dari bahasa Yunani 'Mythos' yang berarti┬ácerita, terutama yang berhubungan dengan asal usul, sesuatu yang mungkin dulunya benar tapi lalu jadi dilebih - lebihkan... Continue Reading →

2017 is Here!

Hei semua! Happy new year! Jadi di tahun baru ini aku memiliki beberapa resolusi seperti olahraga (yang selalu ada di daftar resolusiku sejak tahun entah berapa dan tidak pernah tercentang pada akhir tahun) dan belajar dan hal - hal lain yang membosankan-- tetapi aku juga ada resolusi untuk menulis lebih sering di blog! Jadi untuk... Continue Reading →

Rumit

"Denganmu selalu rumit." "Apanya yang rumit. Sederhana, kok." "Kamu terlalu kompleks. Aku tidak bisa mengerti dirimu, sudahlah kita tidak bisa terjadi." "Jangan pergi." "Beri aku satu alasan." "Cuma aku dan kamu." "Kamu mencintai dia." "Aku bisa jelaskan." "Kamu selalu berkata itu." "Aku bisa jelaskan." "Denganmu selalu rumit." "Apanya yang rumit. Sederhana, kok." "Sudah berapa lama... Continue Reading →

Ciuman

Jika ditanya bagaimana rasanya ciuman, aku akan menjawab rasanya semanis es krim saat kamu berjalan di tengah festival yang terlalu padat di bawah matahari terik. Aku akan menjawab rasanya seperti ledakan kembang api pertama di tahun baru, setelah sekian lama menunggu. Aku akan menjawab rasanya seperti bangun dari sebuah tidur siang yang nyenyak. Aku akan... Continue Reading →

Peringatan

Adikku baru - baru ini mengaku ia suka seorang lelaki. Sesuatu yang normal untuk anak perempuan seumurannya. Meski aku agak kaget kenapa ia perlu menceritakan hal ini ke aku dan tidak ke ibu kita. Mungkin aku tidak seperti kakak - kakak lelaki yang klise dan normal-- yang mengancam lelaki manapun yang berani mendekati adik perempuan... Continue Reading →

Chat

Hari minggu yang dingin adalah hari dimana Charles mendapatkan chat tak terduga dari seorang teman orang Amerika yang ia kenal saat ia pergi study tour ke sana. Max. Entah bagaimana Max menemukan facebooknya dan telah meninggalkan pesan semacam 'hei ini Max. Kamu sempat ke sekolahku untuk beberapa minggu dan kita berteman waktu itu, apa kabar?'.... Continue Reading →

Sebulan

Sebulan lalu aku tak akan mengira rasa sakitnya akan separah ini. Sebulan lalu kukira aku hanya ingin keluar dari hubungan yang seperti racun itu-- kabur dari semua kebohongan dari wanita itu. Kabur dari rumah sempit yang ia panggil rumahnya itu. Rumah yang hanya setahun sebelumnya kita beli dengan bahagia dan semangat-- yakin bahwa apa yang... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑