Mimpi

Ada penjelasan saintifik bahwa semua muka yang kamu lihat di mimpimu adalah muka orang yang pernah kamu lihat. Ini karena otakmu tidak bisa membuat muka. Bahkan jika kamu tidak tahu siapa yang kamu lihat di mimpimu, kamu pasti pernah melihat mereka. Mungkin hanya sekilas waktu kamu berjalan di kerumunan. Tapi aku bermimpi buruk hari ini.... Continue Reading →

Advertisements

Orang Terpenting di Pernikahan

Dia tampak sangat cantik mengenakan gaun pernikahannya yang putih. Aku merasakan air mataku merebak dan harus menggigit lidahku untuk menahan mereka. Tidak, aku tidak boleh menangis. Aku tidak mau fotonya rusak karenaku. Dia tersenyum ke arahku, aku tersenyum balik. Gaunnya sempurna. Senyumnya sempurna. Sebuah hari yang sempurna. Dia mengatakan “Aku bersedia.” Kerumunan bersorak. Aku tersenyum... Continue Reading →

It’s October Time for Fictober!

Wuuhu!! SELAMAT HARI PERTAMA OKTOBER SEMUA! Buset dah Ros, setelah seminggu penuh ada post, sekarang juga ada post untuk hari pertama dari bulan baru? Kesambet setan apa kamu? Oke, tapi aku ingin mengpost ini karena akhirnya Oktober datang dan HURRAH! Oktober bagiku identik dengan hari libur favoritku yang tidak bisa kurayakan karena di Asia tidak... Continue Reading →

WC#19 : Hobimu

Hei ho! Kembali di writing challenge! Topik kita kali ini lebih sederhana dan yang biasanya selalu ditanya di formulir - formulir. Hobimu! Jujur saja aku selalu menjawab dengan membaca padahal ada setumpuk buku yang belum kubaca dan masih belum ingin baca. Kadang aku menajawab dengan menulis tapi sebenarnya itu juga BOHONG, BOHONG BESAR, KAPAN NOVELMU... Continue Reading →

Handphone Stalker pt.9 (Epilog)

"Pa!" teriak Katsu dari dapur. "Apa?!" seru ayahnya dari ruang keluarga. "Apakah papa mau dua risoles atau satu?!" "Dua!" teriak ayahnya, Katsu menjatuhkan satu risoles lagi ke piring dan membawanya ke ayahnya yang sudah duduk dengan nyaman di kursi malasnya di depan TV. "Kamu nggak mau ikut nonton?" tanya ayahnya dengan semangat, sudah mencomot setengah... Continue Reading →

Handphone Stalker pt.8

Lucia datang ke toko 2 hari setelah Katsu menjual HP pertamanya. Katsu lagi tengah - tengah menjawab pertanyaan seseorang tentang harga casing HP ketika Lucia muncul dengan senyuman lebar. "Hi!" "Hei," kata Katsu, agak kaget. Dia tidak mengontak Lucia sama sekali selama 2 hari terakhir. Sebagian alasannya karena ia BT banget kemarin lusa dan Lucia... Continue Reading →

Handphone Stalker pt.7

"Jawaban macam apa itu?" tanya Ina. Lucia mendengus, "Ini namanya flirting, Na." kata Lucia, menekan tombol back dan menglock HPnya. "Oh, Tahap flirting, hm?" tanya Ina, menggerak - gerakkan alisnya. Lucia tertawa, menjatuhkan dirinya ke tempat tidurnya. Ina menginap malam ini untuk belajar bareng. "Kamu serius mau dengan Katsu?" tanya Ina, di sebelah Lucia. "Kurasa agak terlalu awal untuk berkata... Continue Reading →

Handphone Stalker pt.6

"Kamu terlihat bahagia," Katsu mengangkat mukanya dengan kaget dari HPnya, satu tangannya baru mau menyendok segumpal nasi ke mulutnya. Ayahnya sedang memandanginya. "Apakah kamu mendapatkan pekerjaan?" tanya Ayahnya. Katsu semakin kaget. Ini pertama kali Ayahnya setenang ini waktu menanyakan hal itu. "Tid--Belum." Katsu menjawab. Ayahnya tidak berkata apa - apa. Katsu mengira ia akan membalas... Continue Reading →

Handphone Stalker pt.5

Katsu menghirup dalam - dalam aroma kopi yang baru ditumbuk. Ahhhh. Baunya seperti produktivitas bekerja yang dia tidak pernah alami! "Katsu, kamu mau apa?" tanya Lucia, sudah di depan counter, seorang barista di depannya terlihat sangat bosan. "Uhhh," Katsu membalas, membaca menu yang ditulis dengan kapur dengan cepat. Ice cappucino? Frappe? Quick blend? Apa yang ia biasanya... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑