WC#28: Foto Tulisan Tanganmu (/OOTD)

HEI SEMUA DAN SELAMAT DATANG KEMBALI DI WRITING CHALLENGE! Aku memutuskan untuk menyelesaikan WC karena ayolah, sisa 3. Masa nggak diselesain. Ndang lah Ros. Juga aku lagi banyak kerjaan yang aku seharusnya kerjain tapi malas, seperti biasa, eh. Topik kali ini sebenarnya bisa kupilih antara menunjukkan foto baju yang kupakai hari ini ATAU foto tulisan... Continue Reading →

Advertisements

Apetit pt.3

Aku terbangun dengan kaget, sebuah petir menyambar. Kilat yang tadinya menyinar masuk dari celah tirai jendelaku hilang secepat ia datang, melemparku kembali ke kegelapan kamarku. Aku menoleh ke jam digital di meja belajarku, angkanya satu - satunya yang menyala di kamarku sekarang, 2.42 pagi. Tissue melompat ke tempat tidurku, berusaha berjalan di atas selimut biruku,... Continue Reading →

Gengsi

Aku pernah memintanya berjanji, jika suatu hari ia bangun dan ia tidak bisa menemukan bintang - bintang di mataku lagi, atau tiba - tiba menganggap caraku memegang sendok itu salah total, dan ia tidak bisa hidup denganku lagi karena satu atau lain hal.. aku memintanya berjanji untuk tidak menelponku. Aku berkata, kemaslah barang - barangmu... Continue Reading →

WC#27 : Apakah Kamu Pingin Punya Tattoo?

Hei semua! Kembali di writing challenge. Jadi mungkin ada banyak hal yang pernah aku dapat sebagai pertanyaan, tapi tidak pernah ini. Apakah kamu pingin punya tattoo? Sebagai seseorang yang tinggal di Asia, terutama di Indonesia, dengan keluarga yang masih lumayan kuno, jawabanku mungkin bisa kalian duga apa. Atau setidaknya jawabanku seharusnya apa. Aku nggak melihat diriku memiliki sebuah... Continue Reading →

Entri 2018 #1: Akhir Januari + Februari Goals

Hei semua! Jadi tidak terasa sebulan pertama dari 2018 telah berlalu begitu saja. Jujur saja nggak terlalu banyak yang terjadi di bulan ini. Aku memulai term 3, mengerjakan beberapa tugas di sini dan sana, membuat banyak progress di bukan cerita yang seharusnya kutulis, dan tanamanku bisa jadi akan mati minggu depan. Uh.. yeah. Mungkin bukan... Continue Reading →

Apetit pt.2

Duduk di kursi putih, memandangi dinding berwarna biru pastel, harus terus menerus mengingatkan diriku untuk tidak menggoyangkan kakiku. Ini bukan ideku untuk sebuah hari Sabtu yang ideal, kakiku bergoyang dan aku menggigit bibirku, mengunyah bagian keringnya. Pintu ruang di mana aku lagi duduk menunggu terbuka, seorang dokter dengan muka bersih dan kacamata kotak yang sama... Continue Reading →

Apetit

Aku nggak tahu kapan ini mulai terjadi. Tapi aku sangat yakin sekarang. Aku sama sekali nggak nafsu makan. Ini normal. Maksudku, sesekali orang juga nggak nafsu makan. Tapi dalam tiga hari terakhir ini aku hanya makan sebuah apel. Dan aku masih nggak lapar. Aku memandangi mie kuah dengan resep rumit yang kubuat selama berjam-jam terakhir.... Continue Reading →

Ruang

"Beri aku ruang." katanya. Seakan - akan dia tidak memiliki cukup dari itu. Seakan - akan belakangan ini kita seperti terpisahkan oleh samudra. Seakan - akan semua usahaku untung berenang kepadanya ternyata ia tahu dari awal. "Kita terlalu dekat. Kita butuh ruang." protesnya. Desaknya. Padahal aku tidak mengatakan apa - apa. Apa yang kamu ingin buktikan? ... Continue Reading →

Mimpi

Ada penjelasan saintifik bahwa semua muka yang kamu lihat di mimpimu adalah muka orang yang pernah kamu lihat. Ini karena otakmu tidak bisa membuat muka. Bahkan jika kamu tidak tahu siapa yang kamu lihat di mimpimu, kamu pasti pernah melihat mereka. Mungkin hanya sekilas waktu kamu berjalan di kerumunan. Tapi aku bermimpi buruk hari ini.... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑